1.2.a.10 Aksi Nyata Nilai dan Peran Guru Penggerak

AKSI NYATA 

Nilai dan Peran Guru Penggerak Dalam Merdeka Belajar


Surya Adi Nafitri, S.Pd

CGP Angkatan 2 Kab. Malang

SMP Dharma Wanita 09 Kromengan


A.     Latar belakang

Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa Pendidikan adalah tempat persemaian segala benih-benih kebudayaan yang hidup dalam masyarakat kebangsaan. Dengan maksud agar segala unsur peradaban dan kebudayaan tadi dapat tumbuh dengan sebaik-baiknya dan dapat kita teruskan kepada anak cucu kita yang akan datang. Hal ini tentu menjadi dasar nilai-nilai dan peran guru penggerak dalam menjalankan sistem pendidikan ke arah yang lebih baik, dimulai dari kelas.

Keterlaksanaan pembelajaran di era 4.0 merupakan tantangan tersendiri yang dihadapi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Konsep merdeka belajar yang telah dilakukan akan lebih maksimal bila dikolaborasikan dengan implementasi nilai-nilai dan peran guru penggerak. Implementasi nilai-nilai dan peran guru penggerak merupakan bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang menghadirkan pengalaman belajar bermakna bagi murid. Saat ini guru bukan menjadi sumber belajar utama karena banyak sekali sumber belajar lainnya juga dari lingkungan sekitar. Hal ini akan merangsang tumbuhnya kemandirian siswa dalam proses pembelajaran. Hal yang terkadang dihadapi adalah bagaimana mengkolaborasikan nilai-nilai dan peran guru penggerak agar bisa bersinergi dengan konsep merdeka belajar serta pengembangan potensi siswa yang mengikuti kodrat alam juga selaras dengan kodrat zamannya

Implementasi dari nilai-nilai dan peran guru penggerak bertujuan untuk mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid. Tujuannya tentu saja untuk mengembangkan pendidikan ke arah yang lebih baik lagi dimulai dari kelas dimana guru menuntun untuk memberikan peran aktif murid dalam proses pembelajaran sehingga menghasilkan pembelajaran bermakna.


B.     Deskripsi Aksi Nyata Yang Dilakukan

Merdeka belajar merupakan konsep dasar yang mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan serta mengembangkan potensi siswa selaras dengan kodrat alam dan kodrat zamannya. Hal yang saya lakukan dengan berdasarkankan budaya kerjasama atau gotong royong. Pembelajaran berkelompok merupakan poin penting yang saya ambil dalam pembelajaran berbasis merdeka belajar. Hal ini dilakukan agar siswa bisa saling mengeksplorasi potensinya dan saling melengkapi antara satu dan lain. Hal ini merupakan bagian dari peran dan nilai guru penggerak yang menghadirkan konsep merdeka belajar. Artinya guru memilih proses belajar yang didasari profil siswa yakni karakteristik dan latar belakang serta potensi siswa dalam membawakan materi pelajaran berdasakan kurikulum yang berlaku.

Nilai dan peran guru penggerak lainnya yang saya implementasikan adalah kreatif dan inovatif. Sebagai guru maka saya berusaha menghadirkan dan menuntun siswa dalam mempelajari pengetahuan melalu media yang menyenangkan dan kekinian. Hal ini penting karena karakteristisk siswa saat ini berbeda dengan zaman dahulu. Saat ini siswa telah mengenal banyak media yang menghadirkan ragam kemajuan teknologi, maka guru juga harus bisa beradaptasi dengan ” dunia ” siswa.

Penuntun kemandirian juga merupakan nilai dan peran guru penggetak yang saya hadirkan dalam pembelajaran. Hal ini penting dikarenakan saat ini guru bukanlah sumber belajar yang utama namun sebagai motivator, fasilitator juga teladan. Sumber belajar yang beragam harus dikenalkan kepada siswa sejak dini terutama yang mampu mengkorelasikan teori pelajaran dengan lingkungan atau bahkan menjadikan lingkungan sebagai sumber belajar

Guru juga sebagai pengembang potensi siswa merupakan nilai dan peran guru penggerak yang perlu ditumbuhkan. Hal ini saya lakukan melalui pemahaman karakteristik siswa lebih dalam sehingga saya mampu menghadirkan pembelajaran yang efektif terhadap siswa . Kolaborasi dengan orang tua dan wali merupakan hal penting yang dilakukan oleh guru. Orang tua bisa menghadirkan kenyamanan dan motivasi anak agar terus bersemangat. Namun hal penting yang perlu diingat guru bagaimana caranya pembelajaran yang diberikan kepada murid mampu diselesaikan berdasarkan tingkat kemampuan murid sehingga menghindari penyelesaian tugas yang diberikan guru. Hal ini bisa dilakukan oleh guru dengan membuat materi pelajaran menyesuaikan pencapaian kompetensi dengan didasari kemampuan akademik murid itu sendiri. Guru juga selalu membangun komunitas baik antar sesama guru untuk saling berbagi.

Berikut rincian implementasi rencana aksi nyata yang saya lakukan dalam pembelajaran :

1.   Pada pertemuan minggu pertama, guru memberikan media pembelajaran yang menarik dengan menggunakan aplikasi kekinian berupa video maupun ppt, dilanjutkan pembagian tugas dalam kelompok

2.     Pada pertemuan minggu kedua, siswa melaporkan perkembangan tugas kelompoknya dan dilanjutkan diskusi materi pelajaran. Pada pertemuan minggu ketiga, siswa melakukan presentasi per kelompok

3.  Pada pertemuan minggu keempat, dilakukan refleksi atas pembelajaran yang telah dilaksanakan


C.     Hasil dari aksi nyata yang dilakukan

Dengan pelaksanaan pembagian peran masing-masing anggota kelompok maka dihasilkan 100% siswa di kelas tersebut memiliki perannya masing-masing berdasarkan diskusi kelompok. Siswa juga dengan kelompoknya memberikan keaktifan yang ditunjukkan dengan penyelesaian tugas kelompoknya. Komunikasi dan diskusi aktif dilakukan untuk memantau dan menuntun siswa dalam menyelesaikan tugasnya. Guru telah mengimplementasikan nilai-nilai dan peran guru penggerak diantaranya teladan, mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif, menuntun kemandirian murid, fasilitator, motivator, membangun komunitas aktif sesama guru untuk berbagi praktik baik


D.     Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan (kegagalan maupun keberhasilan)

Keberhasilan yang dilakukan dengan tindakan memberikan peran masing-masing murid dalam kelompok memberikan dampak positif. Murid yang selama ini ikut saja dan cenderung diam akhirnya bisa berperan aktif. Siswa yang memiliki kemampuan lebih dalam menggunakan aplikasi komputer akan membuat power point yang menarik dan bisa berkreasi. Siswa yang bereksperimen bisa menampilkan video atau pptnya dengan menarik. Siswa yang mendapat bagian presenter bisa memberikan tampilan presentasinya dan kemampuan berkomuniaksinya dengan baik.  Siswa juga saling berbagi dalam menjawab pertanyaan dari temannya yang lain.   Kegagalan dalam aksi nyata ini karena keterbatasan waktu mengajar, sehingga perlu waktu tambahan lagi untuk memperdalam materi yang diberikan kepada peserta didik.


E.      Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang

Kedepan maka saya akan lebih intens lagi melakukan komunikasi terhadap siswa mengenai tugas kelompok yang mereka lakukan. Saya juga akan menyesuaikan waktu presentasi siswa agar semua kelompok bisa melakukan presentasinya dengan waktu yang tersedia. Per kelompok akan merangkum hasil diskusi dan tugas kelompoknya yang dibuat dalam bentuk video agar lebih menarik dan saling berbagi dengan temannya untuk saling memberikan masukan positif.

Saya juga akan menjadikan diri saya sebagai dalam kedisiplinan, kemandirian dalam belajar dan kerja keras, memiliki integritas yang baik. Saya juga akan membangun komunikasi yang aktif untuk berbagi praktik baik dengan sesama guru dan pimpinan sekolah. Saya juga membangun komunikasi aktif dengan orang tua murid agar menghasilkan kolaborasi baik  dalam memberikan pendidikan bagi anak didik.



SALAM GURU PENGGERAK


Share:

Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak

Modul 1.2.a.9. Koneksi Antar Materi – Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak

Nilai dan peran guru penggerak sejatinya melekat dalam diri pribadi. Terutama pribadi guru yang merdeka untuk bisa mewujudkan profil pelajar Pancasila. Nilai guru penggerak akan menjelma  kekuatan untuk melakukan  perubahan. Nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid adalah kunci melakukan perubahan diri dan sekitar. Sedangkan peran guru penggerak merupakan gerbang masuk sebuah perubahan. Nilai dan peran tersebut haruslah seimbang dalam diri guru penggerak. Keseimbangan yang akan menjaga langkah tetap pada jalurnya — perubahan.


Sintesis Antar Materi

Nilai dan peran guru penggerak erat menjadi satu dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara. Keduanya saling menguatkan dalam mewujudkan. Nilai dan peran akan terus bertumbuh seiring dengan pemahaman guru penggerak tentang filosofi Ki Hadjar Dewantara yang terus bertambah. Sebagai contoh, nilai berpihak pada murid tidak lepas dari filosofi berpihak pada murid yang digaungkan Ki Hadjar Dewantara. Demikian halnya dengan peran guru penggerak. Contohnya adalah peran guru penggerak dalam mewujudkan kepemimpinan murid merupakan perwujudan filosofi guru sebagai penuntun. 


Refleksi Mandiri

Untuk mencapai nilai guru penggerak yang tergerak untuk bergerak dan menggerakkan bisa menempuh strategi yang tepat. Berikut ini beberapa strategi yang dapat ditempuh oleh guru penggerak.


Pertamasenantiasa melakukan refleksi diri atas usaha perubahan yang telah dilakukan. Hal ini akan memudahkan guru penggerak menentukan langkah tepat guna menjamin keberlangsungan perubahan. Di dalamnya termasuk upaya meningkatkan kekuatan dan usaha menguatkan kelemahan. Untuk dapat melakukannya dengan baik, tentu guru penggerak harus menyelami lebih dalam kekuatan dan kelemahan diri. Kemauan dan kemampuan melakukan hal ini akan menjadi kunci memperbaiki diri. Perbaikan diri akan membuat upaya bergerak semakin menuju arah yang lebih baik.

Kedua, menjaga komitmen dan konsistensi terus tergerak untuk bergerak dan menggerakkan. Strategi ini erat kaitannya dengan nilai guru penggerak yang mandiri dan inovatif. Komitmen akan membuat seorang guru penggerak tergerak menjaga perubahan dan menggali kemungkinan perubahan lainnya. Tentunya perubahan yang sesuai dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara, yaitu sesuai kodrat alam dan zaman. Sementara itu, konsistensi akan menjadi jaminan bagi seorang guru penggerak untuk terus melakukan inovasi guna menciptakan pembelajaran bermakna.

Ketiga, menguatkan komunikasi dan kerjasama. Strategi ini berkaitan dengan nilai kolaboratif. Sebuah nilai guru penggerak yang akan mendukung perannya sebagai pemimpin pembelajaran, menjadi coach guru, dan menggerakkan komunitas praktisi. Komunikasi yang tepat akan membuat guru penggerak tergerak menjalani perannya. Kerjasama yang baik dengan pihak sekolah, sejawat, orang tua/wali murid, dan masyarakat akan memudahkan guru penggerak untuk terus bergerak dalam perubahan.



Pihak Terkait

Untuk bisa menjadi guru penggerak yang tergerak untuk bergerak dan menggerakkan bukan sekadar upaya dari dalam diri. Pihak-pihak tersebut bisa saja berasal dari dalam maupun luar lingkungan sekolah.

Murid. Murid merupakan pihak utama yang mendukung guru penggerak dalam mencapai gambaran diri. Untuk bisa tergerak, murid memberikan dukungan dalam bentuk partisipasi aktif dalam implementasi setiap gagasan orisinal. Hal ini akan memacu guru penggerak berusaha terus menggali ide-ide lain selama proses partisipasi murid. Selanjutnya murid yang sepakat menerima gagasan akan memudahkan guru penggerak untuk terus bergerak. Termasuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kelebihan gagasan yang dijalankan. Selain itu, keaktifan murid yang berperan sebagai subjek akan membuat guru penggerak menggerakkan diri dan sekitarnya.

  • Teman Sejawat. Teman sejawat juga merupakan pihak yang dapat membantu guru penggerak mencapai gambaran diri. Peran teman sejawat di sini adalah sebagai rekan berkolaborasi. Keterbukaan guru penggerak untuk berkolaborasi adalah kunci. Teman sejawat akan mampu menempatkan diri sebagai rekan yang baik selama proses perubahan.
  • Warga Sekolah Lain. Selain murid dan teman sejawat, warga sekolah lainnya juga dapat membantu guru penggerak. Guna ketercapaian gambaran diri guru penggerak, warga sekolah lain berperan sebagai pemberi masukan positif. Sebagai tokoh netral dalam proses pembelajaran, warga sekolah lain dapat memberikan masukan terkait efisiensi proses perubahan yang sedang dilakukan tanpa melibatkan ego pribadi.
  • Kepala Sekolah. Sebagai pemimpin di sekolah, kepala sekolah berperan dalam memberikan dukungan dan kebijakan dalam implementasi nilai dan peran guru penggerak. Dukungan kepala sekolah besar artinya bagi seorang guru penggerak untuk terus tergerak menemukan gagasan tepat guna.
  • Orang Tua/Wali Murid. Orang tua berperan menjadi sumber informasi kemajuan belajar murid di rumah. Dari informasi tersebut, guru penggerak bisa menyusun langkah tepat yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan anak mereka.
  • Komite Sekolah. Pihak lain yang juga berperan membantu guru penggerak adalah komite sekolah. Sebagai perwujudan dari orang tua/wali murid, komite sekolah memiliki peran menjangkau semua lapisan. Melalui komite sekolah, guru penggerak akan mudah melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran murid di rumah. Dengan demikian guru penggerak akan terpacu menemukan langkah konkrit untuk memberikan tuntunan pada murid.

 

Guru penggerak senantiasa tergerak untuk bergerak dan menggerakkan

 

 

 SURYA ADI NAFITRI, S.Pd

SMP Dharma Wanita 09 Kromengan

CGP ANGKATAN 2

KAB. MALANG



SALAM  GURU  PENGGERAK












Share:
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js