MATERI INFORMATIKA KELAS 8

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat Pagi Anak-anak

Bagi anak-anak kelas 8 saya akan membagikan materi tentang Jaringan Komputer (Internet), jika kurang paham tentang materi tersebut bisa langsung bertanya kepada bapak melalui chat WA agar dapat saya terangkan mana yang tidak dimengerti. Sebelum membaca materi silahkan isi daftar hadir dulu, setelah itu anak-anak mohon mengikuti soal quizizz yang sudah saya berikan dibawah ini. 


Untuk Daftar Hadir silahkan klik tautan berikut : 


Untuk Materi klik tautan berikut ini :



Untuk mengikuti soal Quizizz silahkan klik tautan berikut : (Tulis Nama Kalian Di Quizizz )

https://quizizz.com/join?gc=182015



Ubahlah hidupmu hari ini. Jangan bermain-main dengan masa depanmu lakukan sekarang, jangan menunda." - Simone de Beauvoir
Share:

2.3.a.9. Koneksi Antarmateri - Coaching

 SINTESIS BERBAGAI MATERI

 

Oleh:

 Surya Adi Nafitri, S.Pd

CGP Angkatan 2

Kab. Malang

 

A.   Kesimpulan

Sebagai seorang guru, hendaknya kita juga berperan sebagai coach mengapa? Ya, karena sejatinya peran guru adalah menuntun segala kekuatan kodrat (potensi)  agar mencapai keselamatan dan kebahagaiaan sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Lalu apa itu coaching? Coaching adalah sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi dari coachee (Grant, 1999). Murid kita disekolah mempunyai potensi yang berbeda-beda, tugas guru adalah untuk memfasilitasi mereka agar berkembang. Kompetensi dasar yang harus kita miliki agar menjadi coach yang hebat bagi murid-murid adalah:

1.    Keterampilan membangun dasar proses coaching

2.    Keterampilan membangun hubungan baik

3.    Keterampilan berkomunikasi

4.    Keterampilan memfasilitasi pembelajaran

Dari keempat kompetensi dasar di atas, sangat erat kaitannya dengan pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial dan emosional. Mengapa? Karena dalam proses coaching sendiri membutuhkan pendekatan sosial dan emosional kepada murid. Dimana kita harus bisa membangun hubungan baik, berkomunikasi yang baik dengan murid, dan memahami kebutuhan-kebutuhan tiap murid. Jadi dengan menguasai teknik-teknik pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran sosial-emosional, dan coaching, guru telah siap untuk memberikan pembelajaran yang berpihak pada murid. Karena dari ketiga pembelajaran tersebut semuanya berpusat pada murid.

Proses coaching berbeda dengan mentoring dan konseling. Seorang coach (pemberi manfaat dan pelaksana kegiatan coaching)  tidak langsung memberikan solusi atas permasalah yang dihadapi oleh coachee (penerima kegiatan dan manfaat dari kegiatan coaching) melainkan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan rangsangan atau pemantik agar coachee menemukan alternatif solusinya sendiri.

Model coaching yang banyak digunakan adalah TIRTA. Model TIRTA dikembangkan dengan semangat merdeka belajar yang menuntut guru untuk memiliki keterampilan coaching.  Hal ini penting mengingat tujuan coaching yaitu untuk melejitkan potensi murid agar menjadi lebih merdeka. Melalui model TIRTA, guru diharapkan dapat melakukan praktik coaching di komunitas sekolah dengan mudah.

 

TIRTA kepanjangan dari:

T  : Tujuan
I   : Identifikasi
R  : Rencana aksi
TA : Tanggung jawab

Dari segi bahasa, TIRTA berarti air. Air mengalir dari hulu ke hilir. Jika kita ibaratkan murid kita adalah air, maka biarlah ia merdeka, mengalir lepas hingga ke hilir potensinya. Anda, sebagai guru memiliki tugas untuk menjaga air itu tetap mengalir, tanpa sumbatan. 

 

B.   Refleksi

Untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid ternyata tidak semudah membalikan telapak tangan. Perlu kerja keras dan komitmen dari seorang guru untuk memberikan yang terbaik bagi murid-muridnya. Salah satu caranya yaitu dengan terus meningkatkan kompetensinya. Guru dituntut untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan belajar tiap murid yang berbeda-beda dengan memberikan pembelajaran berdiferensiasi. Guru harus bisa mengenali emosi dan membangun hubungan sosial-emosional dengan murid, dan juga guru harus bisa menjadi seorang coach bagi murid-muridnya dalam rangka mengembangkan segala potensi yang ada pada murid. Guru yang berperan sebagai coach menunjukan sebuah pembelajaran yang berpihak pada murid. Untuk itu marilah kita semua belajar dan terus belajar demi kemajuan dan perkembangan murid-murid kita.

 

RANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA



SALAM GURU PENGGERAK

Share:

2.3.a.10.1. Jurnal Refleksi - Minggu 14

JURNAL REFLEKSI MINGGU 14

 

SURYA ADI NAFITRI, S.Pd

CGP ANGKATAN 2 KAB. MALANG

SMP DHARMA WANITA 09 KROMENGAN

 

Tentang Caoching Modul 2.3

Model 5: 4C (Connection, Challenge, Concept, Change)

 

Connection

Keterkaitan materi yang didapat dengan peran saya sebagai CGP adalah: mempelajari tentang Coaching, yaitu proses seorang coach (guru) mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada coachee (murid) sehiangga coachee dapat penyelesaikan permasalahannya sendiri, konteks yang dibicarakan adalah masa sekarang dan masa yang akan dating. Salah satu keterampilan yang diperlukan oleh seorang guru karena murid kita adalah sosok merdeka. Sosok yang dapat menentukan arah dan tujuan pembelajaran, serta meningkatkan potensinya sendiri.

 

Challenge

Pelaksanaan Coaching yang saya lakukan selama ini masih dalam bentuk sederhana tanpa menggunakan Teknik yang tepat, akan tetapi setelah mempelajari materi pada modul ini, saya mendapat pelajaran dan Teknik baru dalam melakukan coaching di sekolah.

 

Concept

Konsep utama dan penting yang saya pelajari dari modul 2.3 adalah :

  • Tujuan Coaching adalah mengarahkan coachee untuk menyelesaikan masalah sendiri dan memaksimalkan potensinya.
  • Seorang Coaching harus memiliki 4 kompetensi dasar yaitu :

    1. Keterampilan membangun dasar proses coaching
    2. Keterampilan membangun hubungan baik
    3. Keterampilan berkomunikasi
    4. Keterampilan memfasilitasi pembelajaran
  • Empat aspek komunikasi yang perlu dipahami dan dilatih untuk mendukung praktik coaching yaitu :
    1. Komunikasi Arsertif
    2. Pendengar yang baik
    3. Bertanya efektif
    4. Umpan balik positif
  • Penggunaan model coachng yang dipraktekkan yaitu TIRTA (Tujuan, Identifikasi, Rencana Aksi, Tanggungjawab) dengan model GROW (Goal, Reality, Options dan Will)

 

Change

Perubahan yang akan saya lakukan setelah mempelajari materi pada modul ini adalah :

  1. Pemahaman saya tentang pengertian coaching
  2. Memiliki dan menguasai 4 kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang coaching
  3. Melatih kemampuan berkomunikasi yang mendukung dalam melakukan coaching
  4. Melakukan coaching menggunakan Teknik model TIRTA

SALAM GURU PENGGERAK

Share:

AKSI NYATA MODUL 2.1 & 2.2

Salam dan Bahagia. Berikut ini merupakan aksi nyata tentang pembelajaran sosial emosional. Adapun tugas yang admin bagikan yaitu modul 2.2.a.10 Pembelajaran Sosial Emosional.

Aksi Nyata & RPP Sosial Emosional


Video Aksi Nyata


Demikian tugas modul 2.2.a.10 tentang Pembelajaran Sosial Emosional yang dapat admin bagikan. Semoga bermanfaat.


SALAM GURU PENGGERAK
Share:

2.2.a.9. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1

Salam dan Bahagia. Berikut ini merupakan infografis tentang pembelajaran sosial emosional. Adapun tugas yang admin bagikan yaitu modul 2.2.a.9 Koneksi Antar Materi Pembelajaran Sosial Emosional.

Koneksi Antar Materi Modul ini penulis buat dalam bentuk infografis.


Berikut infografisnya


Demikian tugas modul 2.2.a.9 tentang Koneksi Antar Materi Pembelajaran Sosial Emosional yang dapat admin bagikan. Semoga bermanfaat.


SALAM GURU PENGGERAK
Share:
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js