Haii
... sahabat blogger, jumpa lagi di blog sederhana ini. Pada kesempatan kali ini
ijinkan admin berbagi terkait tugas pelatihan guru penggerak. Adapun tugas yang
dapat admin bagikan yaitu refleksi terbimbing saya dari mempelajari modul 3.1
materi Pengambilan keputusan sebagai pemimpin Pembelajaran.
Pertanyaan
pemantik untuk sesi pembelajaran ini:
Menurut
Anda, apakah maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses
pembelajaran yang telah Anda alami di modul ini? Jelaskan pendapat Anda.
“Pendidikan
adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis”.
Jawaban
: Pendidikan secara umum bertujuan membantu manusia menemukan akan hakikat
kemanusiaannya. Maksudnya, pendidikan harus mampu mewujudkan manusia seutuhnya.
Pendidikan berfungsi melakukan proses penyadaran terhadap manusia untuk mampu
mengenal, mengerti, dan memahami realitas kehidupan yang ada di sekelilingnya
hingga dapat berperilaku sesuai realitas kehidupan. Dengan adanya pendidikan,
diharapkan manusia mampu menyadari potensi yang ia miliki. Potensi yang
dimiliki contohnya SQ (Spiritual Quotient atau Kecerdasan Spiritual) agar
setiap tindakannya dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
EQ (Emotional Quotient atau Kecerdasan Emosi) agar manusia mampu mengendalikan
emosinya, memahami perasaan orang lain. IQ (Intelligence Quotient atau
Kecerdasan Inteligensi) agar manusia memiliki kemampuan berhitung, kemampuan
verbal, kemampuan membedakan, dan membuat prioritas. SocQ (Social Quotient atau
Kecerdasan Sosial) agar manusia senang berkomunikasi, berteman, menolong,
membuat orang lain bahagia, dan bekerja sama.
JUDUL
REFLEKSI
DILEMA
ADALAH BUMBU KEHIDUPAN
Dari
tujuh buah soal, saya memutuskan untuk memilih empat soal berikut ini pada sesi
refleksi.
Soal
1:
Bagaimana/sejauh
mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul
ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan,
3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian
keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?
Jawaban:
Pemahaman
saya tentang dilema etika adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus
memilih antara dua pilihan dimana kedua pilihan secara moral benar tetapi
bertentangan. Sedangkan bujukan moral adalah situasi yang terjadi ketika
seseorang harus membuat keputusan antara benar atau salah.
Ketika
kita menghadapi situasi dilema etika, akan ada nilai-nilai kebajikan mendasari
yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan,
kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan akan hidup yang
disebut sebagai paradigma dalam
pengambilan keputusan. Secara umum paradigma yang terjadi pada situasi dilema
etika ada 4 seperti di bawah ini:
Individu
lawan masyarakat (individual vs community)
Rasa
keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
Kebenaran
lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
Jangka
pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)
Prinsip
pengambilan keputusan ada tiga, yaitu
Berpikir
Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking) ditentukan dengan konsekuensi atau
hasil dari suatu tindakan.
Berpikir
Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking) menentukan keputusan berdasarkan
peraturan yang telah dibuat
Berpikir
Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking) prinsipnya “Lakukan kepada orang
lain seperti yang Anda ingin mereka lakukan kepada Anda." Dengan
kepedulian terhadap sesama kita akan menjadi lebih peka dan bersimpati.
Sembilan
langkah pengujian dan pengambilan keputusan :
Mengenali
bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini.
Menentukan
siapa yang terlibat dalam situasi ini.
Kumpulkan
fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
Pengujian
benar atau salah, yang meliputi uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji
halaman depan Koran, uji panutan/idola.
Pengujian
paradigma benar lawan benar
Melakukan
prinsip resolusi
Investigasi
opsi trilema
Buat
keputusan
Lihat
lagi keputusan dan refleksikan
Hal-hal
yang menurut saya di luar dugaan adalah keputusan tersebut diambil dari sudut
pandang siapa akan berbeda dalam setiap kasusnya.
Soal
2:
Sebelum
mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai
pemimpin pembelajaran dalam situasi moral dilema? Kalau pernah, apa bedanya
dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?
Jawaban:
sebelum mempelajari modul ini seringkali saya sebagai guru mengalami dilema
terhadap berbagai situasi sulit di sekolah. Saya sudah mengambil keputusan yang
kiranya efektif dan baik bagi saya selaku orang yang mengalami dilema dan baik
bagi orang lain yang terkait dengan situasi yang saya alami. Namun dengan
mempelajari modul ini saya menjadi tahu
bahwa terdapat Sembilan langkah untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam
pengujian dan pengambilan keputusan yang harus saya pikirkan matang-matang dan
temukan jawabannya dari situasi saya.
Soal
3:
Bagaimana
dampak mempelajari materi ini buat Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam
mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?
Jawaban:
Sebelumnya saya kurang
memperhitungkan paradigma
apa yang terjadi dalam dilema saya setelah saya belajar modul, dampaknya saya menyadari apa
pentingnya mengidentifikasi paradigma, ini bukan hanya mengelompokkan
permasalahan namun membawa penajaman pada fokus kenyataan bahwa situasi saya,
bahwa ini betul-betul mempertentangkan antara dua nilai-nilai inti kebajikan
yang sama-sama penting bagi saya. Perubahan yang terjadi pada cara saya
mengambil keputusan adalah mengenali terlebih dahulu apa masalahnya?, masalah
siapa ini? Paradigma apa yang terjadi dalam situasi ini?. sebelum mengambil
keputusan saya berpikir menggunakan tiga prinsip pengambilan keputusan, dan Sembilan langkah pengambilan
keputusan.
Soal
4 :
Seberapa
penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda
sebagai seorang pemimpin pembelajaran?
Jawaban:
Saya
sebagai guru, merupakan pemimpin pembelajaran bagi murid dan bagian dari stakeholder di sekolah. Akan
banyak situasi disekolah yang akan terselesaikan dengan efektif setelah
mengetahui dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3
prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian
keputusan. Keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemban salah satu tugas
tersulit, yaitu mengambil suatu keputusan yang efektif. Keputusan-keputusan
ini, secara langsung atau tidak langsung bisa menentukan arah dan tujuan
institusi atau lembaga tempat saya menjalankan tugas keprofesian saya.
SALAM GURU PENGGERAK