Pivot Table adalah fitur Excel yang sering digunakan untuk mengelola dan menampilkan data secara praktis, sehingga pengguna bisa mengubah kumpulan data menjadi sebuah tabel yang mudah dipahami.
Fungsi Pivot Table pada Excel
Ada beberapa fungsi Pivot Table pada Excel, antara lain:
1. Meringkas data
Pivot Table dapat membuat data lebih ringkas walaupun dalam jumlah yang banyak. Pivot Table bekerja dengan mengelompokkan data berdasarkan kriteria seperti tanggal dan kategori.
2. Penyaringan data
Pivot Table bisa digunakan untuk menyaring data berdasarkan variabel tertentu seperti tanggal atau nomor.
3. Sortir data
Pivot Table juga bisa digunakan untuk menyortir data, baik dalam urutan naik maupun turun.
4. Menggali data
Pivot table bisa menampilkan data secara detail ataupun keseluruhan, sehingga kamu bisa lebih mudah untuk menemukan data yang dibutuhkan.
5. Menghitung data
Pivot table bisa digunakan untuk kalkulasi data, baik menghitung rata-rata, persentase, maupun total jumlah.
Cara Kerja Pivot Table
Cara kerja pivot table sangat sederhana karena terdiri dari empat komponen utama. Empat komponen ini akan bekerja dengan baik dalam pivot table dan tidak dapat dipisahkan. Adapun empat komponen tersebut antara lain sebagai berikut.
Columns (Kolom)
Columns merupakan hal terpenting dalam membuat pivot table. Komponen ini berguna untuk melihat dan mencantumkan nilai unik pada bagian tersebut.
Rows (Baris)
Ketika sebuah bidang dipilih untuk area baris, bidang tersebut akan terisi sebagai kolom pertama. Mirip dengan kolom, semua label baris adalah nilai unik dan duplikatnya dihapus.
Value (Nilai)
Setiap nilai disimpan dalam sel pivot table dan menampilkan informasi yang diringkas. Nilai yang paling umum adalah jumlah, rata-rata, minimum dan maksimum.
Filter
Filter dapat menerapkan penghitungan atau pembatasan ke seluruh tabel. Dengan filter, maka kamu dapat menentukan beberapa hal yang ingin ditampilkan dalam tabel tersebut.
Cara menggunakan Tabel Pivot di Excel
Cara membuat Pivot Tabel di Excel mencakup langkah berikut:
- Pertama-tama, buka file dan data yang ingin kamu olah menjadi pivot table.
- Setelah data terbuka, mulai seleksi data yang ingin diolah menjadi pivot table.
- Berikutnya, buka menu bar dan klik “Insert”, kemudian pilih fitur pivot table.
- Setelah kamu mengetuk opsi pivot table, halaman pop up akan muncul secara otomatis dengan tulisan “Create Pivot Table”.
- Kamu bisa mengatur bagian tabel yang ingin diseleksi di jendela pop up tersebut. Selain itu, kamu juga bisa menentukan lokasi pivot table yang akan dibuat. Ada dua pilihan yang bisa dipilih, yaitu "New Worksheet" dan "Existing Worksheet".
- Nantinya ada tambahan tabel baru (Pivot Table Fields) yang berfungsi untuk mengatur isi dari pivot table yang sedang kamu buat. Kamu bisa mengatur pilihan kolom tersebut untuk dianalisis.
- Langkah selanjutnya, pilih dan tarik poin-poin yang ingin kamu analisis ke dalam 4 kolom yang ada di Pivot Table Fields.
Selain cara di atas, kamu juga bisa mengatur jenis value yang ingin digunakan dengan klik “Analyze” pada menu bar. Kemudian, pilih “Field Setting”, kemudian pilih bentuk value dari pivot table-mu, apakah sum (total penjumlahan), average, max, min, atau yang lainnya.
Contoh Pivot Table pada Data Sederhana
Pivot table Excel tidak hanya digunakan untuk menganalisis data rumit, tetapi juga bisa digunakan untuk mengolah data yang sederhana. Contohnya, dari data di atas terdapat beberapa informasi di Excel yang meliputi kolom informasi, seperti bulan, sales, merek, tipe, area, dan penjualan.
Mengutip laman skillacademy, pada bagian Pivot Table Field, poin yang digunakan sebagai columns adalah area. Sementara itu, untuk rows menggunakan merek dan untuk values adalah penjualan. Di samping itu, sales berfungsi sebagai FILTER.
Berdasarkan data pada pivot table di atas, dianalisis dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan. Contoh di atas menunjukkan pivot table digunakan untuk menganalisis jumlah penjualan masing-masing merek di beberapa daerah.