Tampilkan postingan dengan label Tugas Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Guru. Tampilkan semua postingan

MATERI INFORMATIKA KELAS 8 SEMESTER GENAP

Berikut adalah materi Mata Pelajaran Informatika Kelas 8 Semester 2, file ini terdiri dari buku siswa dan ringkasan materi. Silahkan dipelajari dan dibaca untuk mengetahui apa saja yang dibahas dalam materi tersebut. 

Buku Siswa "Jejak Bermedia Digital"


Ringkasan Materi "Jejak Bermedia Digital"


Buku Siswa "Pemanfaatan Perangkat Digital"


Ringkasan Materi "Pemanfaatan Perangkat Digital"


SELAMAT BELAJAR

Share:

CARA MENDAFTAR CANVA

  

Untuk mendaftar Canva, anda kunjungi situs webnya, setelah pilih "Daftar," dan daftar menggunakan email pribadi, akun Google, Facebook, atau Akun Belajar.id untuk pengguna pendidikan. Setelah memilih metode pendaftaran, ikuti langkah-langkah yang diminta, seperti memasukkan email, nama, dan kata sandi, lalu selesaikan prosesnya dengan mengisi detail yang diperlukan untuk memulai penggunaan.

Langkah-langkah mendaftar Canva :

1.  Kunjungi situs web Canva: Buka browser Anda dan pergi ke canva.com. 

2.  Klik "Daftar": Pilih tombol "Daftar" yang biasanya terletak di sudut kanan  

     atas halaman. 

3.  Pilih metode pendaftaran: 

·   Email: Klik "Lanjutkan dengan email" dan masukkan alamat email yang ingin Anda gunakan, lalu klik "Lanjutkan". 

·   Google: Klik "Lanjutkan dengan Google", lalu pilih akun Google yang ada di browser Anda. 

·   Facebook: Klik "Lanjutkan dengan Facebook" untuk mendaftar menggunakan akun Facebook Anda. 

·   Akun Belajar.id: Jika Anda pengguna pendidikan, klik "Lanjutkan dengan Akun Belajar.id" dan masukkan email serta kata sandi akun belajar.id Anda.

4.  Lengkapi data diri: Masukkan nama yang diinginkan dan klik "Lanjutkan". 

5.  Pilih tujuan penggunaan (jika diminta): Anda mungkin akan diminta memilih tujuan penggunaan, seperti "Pribadi", "Guru atau Siswa", "Perusahaan", dll. 

6.  Selesaikan pendaftaran: Setelah berhasil, Anda akan diarahkan ke dasbor  Canva dan dapat mulai membuat desain.

7.  Berbagai macam desain yang dapat kalian buat seperti Presentasi, Editor  Foto,  Video, Situs Web, Media Sosial, Dll.



Share:

FUNGSI VLOOKUP DAN HLOOKUP

 


Rumus VLOOKUP dan HLOOKUP : Fungsi, Contoh dan Cara Pengunaannya

VLOOKUP dan HLOOKUP adalah fungsi Excel yang dapat dikategorikan sebagai Lookup dan Reference. Fitur ini bisa dibilang basic, jadi jangan heran jika kamu melamar pekerjaan yang berhubungan dengan data. Beberapa perusahaan memastikan bahwa kamu dapat menguasai fitur ini.

Rumus VLOOKUP adalah rumus Excel yang digunakan untuk mencari nilai tertentu dalam kolom atau sumber data lain menggunakan kata kunci vertikal tertentu. HLOOKUP, di sisi lain, digunakan untuk mencari nilai di kolom horizontal atau sumber data lainnya.

Cara Menggunakan Rumus VLOOKUP dan HLOOKUP
Fungsi VLOOKUP digunakan untuk menampilkan data dari sebuah tabel yang disusun dalam format vertikal. Bentuk penulisan fungsinya 

=VLOOKUP(lookup_value, tabel_array, col_index_num). atau

=VLOOKUP(NilaiYangDiCari; TabelReferensi; NomorKolom; [RangeLookup])

Keterangan :

Fungsi Vlookup excel memiliki empat argumen:

NilaiYangDiCari : Merupakan nilai yang akan kita cari pada kolom pertama sebuah tabel atau kolom paling kanan dari TabelReferensi. Argument ini dapat berupa angka, teks, tanggal maupun nilai tertentu baik ditulis langsung maupun sebuah referensi sel. Bisa juga berupa nilai yang dihasilkan oleh rumus excel lainnya.

TabelReferensi : Sebuah tabel referensi data yang terdiri dari 2 kolom atau lebih, dimana NilaiYangDicari berada pada kolom pertama tabel data ini.

NomorKolom : Merupakan Nomor kolom dari argumen TabelReferensi yang mengandung nilai data dan akan kita ambil nilai yang sebaris dengan posisi NilaiYangDicari pada kolom pertama.

RangeLookup : Diisi dengan nilai Boolean TRUE atau FALSE. Nilai logika True/false ini menujukkan tipe pencarian. Nilai logika pada rumus Vlookup digunakan sebagai acuan untuk menetapkan apakah kita ingin VLOOKUP menemukan hasil yang sama persis atau cukup menemukan nilai mendekati.
  • TRUE: Vlookup akan menemukan NilaiYangDiCari Pada TabelReferensi pencarian yang sama persis atau mendekati. Jika Nilai yang sama persis tidak ditemukan maka nilai terbesar berikutnya yang kurang dari NilaiYangDiCari yang akan dihasilkan.
  • FALSE: Vlookup akan menemukan NilaiYangDiCari Pada TabelReferensi pencarian yang sama persis saja. Jika tidak ditemukan maka Vlookup akan menghasilkan pesan error #NA!


© Kelas Excel | Jangan lupa menyertakan sumber: https://www.kelasexcel.id/2014/07/fungsi-vlookup-excel-untuk-pencarian-data.html

Sedangkan fungsi HLOOKUP digunakan untuk menampilkan data dari sebuah tabel yang disusun dalam format horizontal. Bentuk penulisan fungsinya 

=HLOOKUP(lookup_value,tabel_array, row_index_num).


Contoh Fungsi VLOOKUP

Pertama kita akan mempersiapkan membuat sebuah tabel pertama di sheet 1 yang berisi data sebagai berikut.

Kemudian pada tabel kedua di sheet 2 kita akan membuat data-data sebagai berikut

Pada tabel di sheet 2 terdapat data penjualan selama tahun 2012 dimana data tersebut tidak ada pada tabel 1 sebelumnya. Sekarang saya menginginkan data penjualan 2012 disemua toko ada di tabel 1. Caranya saya menggunakan formula Vlookup dengan rumus sebagai berikut :

=VLOOKUP($B$2:$B$6,Sheet2!$B$2:$D$6,3,FALSE)

yang menjadi lookup value nya adalah NAMA TOKO
yang menjadi tabel array nya adalah sheet2 NAMA TOKO (tabel yang akan dibaca)
yang menjadi col_index_num nya adalah kolom 3 (kolom D, PENJUALAN SELAMA TAHUN 2012)

Setelah rumus formula kita maka hasilnya dapat dilihat seperti tabel berikut ini :

Pada tabel 1 di sheet satu telah bertambah data pada kolom F yaitu PENJUALAN SELAMA TAHUN 2012, dimana datanya merupakan hasil dari rumus VLOOKUP dengan sumber tabel 2 yang ada di sheet 2.

Contoh Fungsi HLOOKUP

Kita akan melihat cara menggunakan fungsi HLOOKUP untuk mengetahui angka penjualan “Laptop” di bulan Maret:

Langkah 1: Pilih sel tempat Anda ingin menampilkan hasilnya. Di sini, mari kita gunakan sel I2.

Memilih sel untuk menjalankan fungsi HLOOKUP.

Langkah 2: Ketik rumus berikut di sel I2:

=HLOOKUP("March", B1:G2, 2, FALSE)

Langkah 3: Masuk ke sel.

Fungsi HLOOKUP berhasil mencari bulan “Maret” di baris pertama table_array yang ditentukan (B1:G1) dan mengembalikan nilai yang sesuai dari baris kedua (B2:G2), yaitu 210.

Parameter yang kami berikan adalah:

  • "March"adalah lookup_value, bulan yang ingin kita cari angka penjualannya.
  • B1:G2adalah table_array, rentang sel yang berisi data yang ingin kita cari.
  • 2adalah row_index_num, yang menunjukkan bahwa kita ingin mengambil nilai dari baris kedua table_array (tempat angka penjualan "Laptop" berada).
  • FALSEmenentukan bahwa kita menginginkan pencocokan tepat untuk nilai_pencarian

Melalui contoh ini, kita melihat bagaimana HLOOKUP dapat digunakan untuk mengambil data tertentu secara efisien dari kumpulan data horizontal berdasarkan kriteria tertentu.



Share:

SOAL ULANGAN HARIAN DESIMAL, BINER, DAN OKTAL

 


Soal Ulangan INFORMATIKA Kelas 8 Semester 1/Ganjil Kurikulum Merdeka tentang Bilangan Biner, Desimal, dan Oktal. Bagi Anak-anak yang belum mengerjakan soal Ulangan Harian Quiziz, bisa mengerjakan soal berikut :

Mohon maaf jika ada kesalahan atau kurang paham dari soal di atas bisa klik WA di samping atau atas blog. 

Share:

PIVOT TABLE MICROSOFT EXCEL

 


Pivot Table adalah fitur Excel yang sering digunakan untuk mengelola dan menampilkan data secara praktis, sehingga pengguna bisa mengubah kumpulan data menjadi sebuah tabel yang mudah dipahami.


Fungsi Pivot Table pada Excel

Ada beberapa fungsi Pivot Table pada Excel, antara lain:

1. Meringkas data

Pivot Table dapat membuat data lebih ringkas walaupun dalam jumlah yang banyak. Pivot Table bekerja dengan mengelompokkan data berdasarkan kriteria seperti tanggal dan kategori.

2. Penyaringan data

Pivot Table bisa digunakan untuk menyaring data berdasarkan variabel tertentu seperti tanggal atau nomor.

3. Sortir data

Pivot Table juga bisa digunakan untuk menyortir data, baik dalam urutan naik maupun turun.

4. Menggali data

Pivot table bisa menampilkan data secara detail ataupun keseluruhan, sehingga kamu bisa lebih mudah untuk menemukan data yang dibutuhkan.

5. Menghitung data

Pivot table bisa digunakan untuk kalkulasi data, baik menghitung rata-rata, persentase, maupun total jumlah.


Cara Kerja Pivot Table

Cara kerja pivot table sangat sederhana karena terdiri dari empat komponen utama. Empat komponen ini akan bekerja dengan baik dalam pivot table dan tidak dapat dipisahkan. Adapun empat komponen tersebut antara lain sebagai berikut.

Columns (Kolom)

Columns merupakan hal terpenting dalam membuat pivot table. Komponen ini berguna untuk melihat dan mencantumkan nilai unik pada bagian tersebut.

Rows (Baris)

Ketika sebuah bidang dipilih untuk area baris, bidang tersebut akan terisi sebagai kolom pertama. Mirip dengan kolom, semua label baris adalah nilai unik dan duplikatnya dihapus.

Value (Nilai)

Setiap nilai disimpan dalam sel pivot table dan menampilkan informasi yang diringkas. Nilai yang paling umum adalah jumlah, rata-rata, minimum dan maksimum.

Filter

Filter dapat menerapkan penghitungan atau pembatasan ke seluruh tabel. Dengan filter, maka kamu dapat menentukan beberapa hal yang ingin ditampilkan dalam tabel tersebut.


Cara menggunakan Tabel Pivot di Excel


Cara membuat Pivot Tabel di Excel mencakup langkah berikut:

  1. Pertama-tama, buka file dan data yang ingin kamu olah menjadi pivot table.
  2. Setelah data terbuka, mulai seleksi data yang ingin diolah menjadi pivot table. 
  3. Berikutnya, buka menu bar dan klik “Insert”, kemudian pilih fitur pivot table. 
  4. Setelah kamu mengetuk opsi pivot table, halaman pop up akan muncul secara otomatis dengan tulisan “Create Pivot Table”. 
  5. Kamu bisa mengatur bagian tabel yang ingin diseleksi di jendela pop up tersebut. Selain itu, kamu juga bisa menentukan lokasi pivot table yang akan dibuat. Ada dua pilihan yang bisa dipilih, yaitu "New Worksheet" dan "Existing Worksheet". 
  6. Nantinya ada tambahan tabel baru (Pivot Table Fields) yang berfungsi untuk mengatur isi dari pivot table yang sedang kamu buat. Kamu bisa mengatur pilihan kolom tersebut untuk dianalisis.
  7. Langkah selanjutnya, pilih dan tarik poin-poin yang ingin kamu analisis ke dalam 4 kolom yang ada di Pivot Table Fields.
Selain cara di atas, kamu juga bisa mengatur jenis value yang ingin digunakan dengan klik “Analyze” pada menu bar. Kemudian, pilih “Field Setting”, kemudian pilih bentuk value dari pivot table-mu, apakah sum (total penjumlahan), average, max, min, atau yang lainnya.

Contoh Pivot Table pada Data Sederhana


Pivot table Excel tidak hanya digunakan untuk menganalisis data rumit, tetapi juga bisa digunakan untuk mengolah data yang sederhana. Contohnya, dari data di atas terdapat beberapa informasi di Excel yang meliputi kolom informasi, seperti bulan, sales, merek, tipe, area, dan penjualan. 
Mengutip laman skillacademy, pada bagian Pivot Table Field, poin yang digunakan sebagai columns adalah area. Sementara itu, untuk rows menggunakan merek dan untuk values adalah penjualan. Di samping itu, sales berfungsi sebagai FILTER.

Berdasarkan data pada pivot table di atas, dianalisis dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan. Contoh di atas menunjukkan pivot table digunakan untuk menganalisis jumlah penjualan masing-masing merek di beberapa daerah.

Share:

CHART EXCEL

 


Chart atau grafik di Excel digunakan untuk memvisualisasikan data dalam bentuk yang lebih mudah dipahami dan menarik. Fungsi chart Excel adalah untuk membantu pengguna memahami data dengan cara yang lebih visual dan mudah dicerna.

Manfaat Chart Excel

Memudahkan analisis data: Dengan menggunakan chart Excel, pengguna dapat dengan mudah melihat pola dan tren dalam data, sehingga memudahkan dalam analisis data.

Membuat presentasi yang lebih menarik: Chart Excel dapat digunakan untuk membuat presentasi yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh audiens.

Memperlihatkan perbandingan: Chart Excel dapat digunakan untuk memperlihatkan perbandingan antara data, seperti perbandingan penjualan antara produk atau perbandingan kinerja antara departemen.

Memperlihatkan distribusi data: Chart Excel dapat digunakan untuk memperlihatkan distribusi data, seperti distribusi pendapatan atau distribusi usia karyawan.

Memperlihatkan hubungan antara data: Chart Excel dapat digunakan untuk memperlihatkan hubungan antara data, seperti hubungan antara suhu dan kelembaban udara.

Sebelum beranjak membahas cara membuat grafik, terlebih dahulu kamu perlu mengetahui macam-macam grafik yang ada di Microsoft Excel. Berikut penjelasannya.

1. Column

Grafik yang berbentuk diagram batang yang mengarah ke atas disebut sebagai column. Tipe ini membagi pembagiannya dengan kategori di sumbu horizontal dan nilai di sumbu vertikal.

2. Bar Chart

Macam grafik kedua adalah bar chart. Grafik ini juga berbentuk diagram batang namun mengarah ke samping. Bar dipakai untuk mengilustrasikan perbandingan di antara item-item individual. Di grafik ini, kategori diatur dalam sumbu vertikal, sementara nilai berada di sumbu horizontal.

3. Pie Chart

Pie chart adalah grafik yang dibuat seperti sebuah diagram berbentuk lingkaran. Diagram ini mirip seperti kue pie sehingga dinamakan pie chart. Diagram pie chart menunjukkan nilai data dalam bentuk persentase.

4. Line

Line atau grafik berbentuk garis menampilkan data secara berkelanjutan dari waktu ke waktu. Grafik ini biasanya digunakan untuk menunjukkan sebuah tren data, seperti bulan, kuartal, bahkan sampai tahun.

5. Area

Selanjutnya ada grafik area. Grafik ini dipakai untuk menganalisis alur perubahan dari waktu ke waktu. Mirip seperti line, tapi grafik area mempunyai bagian yang diwarnai secara keseluruhan.

6. Surface

Grafik surface yang berbentuk 3D berguna jika kamu hendak menemukan kombinasi antara dua kumpulan data. Misalnya pada peta topografi. Warna dan pola grafik ini menunjukkan area yang ada di dalam nilai kisaran yang sama.


Contoh Pembuatan Chart Sederhana

Sebelum membuat grafik di Excel dengan beberapa data, perhatikan dulu langkah ini untuk memahami dasar-dasarnya. Pada contoh di atas, Hipwee menggunakan data sederhana, yakni ilustrasi penjualan buku. Perhatikan cara membuat grafik berikut:

  1. Langkah pertama sebelum membuat grafik adalah membuat data dalam bentuk tabel lebih dulu. Perhatikan gambar nomor 1, data tersebut merupakan data tunggal di mana sumbu Y adalah jumlah penjualan buku dan sumbu X adalah jenis bukunya.
  2. Blok A2 hingga B8. Kemudian, buka tab menu Insert, pilih dan klik jenis grafik yang ingin kamu gunakan pada kolom Charts (perhatikan gambar nomor 2). Di sini, Hipwee pakai grafik batang atau Column, kamu juga bisa membuat grafik garis atau Line, dan berbagai jenis lainnya sesuai kebutuhan.
  3. Setelah memilih jenisnya, kemudian akan muncul kotak grafik (gambar nomor 3). Pada grafik tersebut, tampak data pada tabel sudah diubah menjadi bentuk grafik.
  4. Kamu juga bisa mengubah tampilan grafik dengan menggunakan Chart Tools (gambar nomor 4).

Contoh Pembuatan Chart menggunakan banyak data untuk memudahkan analisisnya



Dalam cara ini Hipwee pakai data penjualan buku beberapa bulan untuk menambah data. Jika sebelumnya hanya menggunakan data penjualan bulan Januari saja, maka di sini data ditambah dengan penjualan bulan-bulan berikutnya. Jumlah data bisa kamu sesuaikan sendiri dengan kebutuhan.

Setelah data pada tabel siap, maka lakukan langkah yang sama pada cara membuat grafik di Excel sebelumnya, yakni buka tab Insert, pilih dan klik jenis grafiknya. Di sini Hipwee pakai grafik batang seperti sebelumnya. Setelah itu akan muncul grafik seperti gambar di atas.

Share:

FUNGSI FILTER

 



Ringkasan

Fungsi FILTER Excel digunakan untuk mengekstrak nilai yang cocok dari rentang atau larik berdasarkan satu atau beberapa kondisi tertentu. Ini secara dinamis mengembalikan subkumpulan data yang memenuhi kriteria yang ditentukan. FILTER sangat berguna untuk mengisolasi data tertentu dalam kumpulan data tanpa mengubah data asli, menjadikannya alat yang sangat berharga untuk analisis dan pelaporan.


Sintaksis

=FILTER(array, include, [if_empty])

array : Rentang atau larik yang akan difilter

include : Array Boolean, disediakan sebagai kriteria, yang menentukan elemen mana yang akan disertakan dalam output

[if_empty] : [Opsional] Nilai yang akan dikembalikan ketika tidak ada hasil yang dikembalikan dari filter


Cara Menggunakan

Gunakan FILTER dengan menentukan rentang atau larik data yang ingin Anda filter dan berikan pengujian logis (atau pengujian) dalam argumen penyertaan. Pengujian ini menghasilkan TRUE atau FALSE untuk menentukan data mana yang akan disertakan dalam output. Jika tidak ada data yang memenuhi kriteria, fungsi dapat mengembalikan nilai opsional, seperti pesan khusus atau string kosong.


Contoh

Misalkan Anda memiliki tabel siswa seperti di bawah ini, untuk menyaring siswa yang berasal dari Kelas A dan mendapat nilai lebih dari 60, silakan salin atau masukkan rumus di bawah ini di sel kiri atas tabel hasil lalu tekan Enter untuk mendapatkan hasil:

=FILTER(B3: E14,(B3:B14="Class A")*(E3:E14>60),"TIDAK ADA REKAM")


Atau, gunakan referensi sel untuk membuat rumus menjadi dinamis:

=FILTER(B3: E14,(B3:B14=H3)*(E3:E14>J3),"TIDAK ADA REKAM")



Contoh Tidak Cocok

Misalkan Anda ingin memfilter siswa yang berasal dari Kelas A dan mendapat nilai kurang dari 60 (ternyata tidak ada nilai yang kurang dari 60), untuk menampilkan hasilnya sebagai tidak ada atau string teks tertentu, Anda dapat menyalin rumus di bawah ini dan tekan Enter untuk melihat hasilnya.

=FILTER(B3: E14,(B3:B14="Class A")*(E3:E14<60),"") >>> Pengembalian tidak ada


=FILTER(B3: E14,(B3:B14="Class A")*(E3:E14<60),"TIDAK ADA REKAM") >>> Pengembalian TIDAK ADA CATATAN



Share:

FUNGSI SORT

 



Sebagian orang mungkin tidak asing lagi dengan Microsoft Excel yaitu salah satu aplikasi esensial yang dibutuhkan semua orang.

Fungsi utama dari Microsoft Excel yaitu melakukan penghitungan, sehingga aplikasi ini digunakan oleh banyak pengguna, baik bagi pelajar maupun pekerja kantoran.

Meskipun bertambahnya software spreadsheet yang lain, Excel tetap tak tergoyahkan bahkan menjadi standar software spreadsheet.

Namun, karena Microsoft Excel memiliki banyak sekali rumus, dan tidak banyak orang mengetahui apa saja rumus-rumus penghitungan yang dapat dipecahkan oleh Microsoft Excel.

Maka, dalam artikel ini Anda akan mengetahui secara detail mengenai Microsoft Excel dan beberapa rumus yang paling sering digunakan.

SORT

Fungsi SORT digunakan untuk mengurutkan konten atau data dalam rentang/range atau Array. 

Jadi dengan menggunakan fungsi SORT ini bisa mengurutkan data secara otomatis dari rentang data, dan karena Fungsi SORT ini merupakan salah satu dari fungsi Dynamic Array, Anda cukup menuliskan fungsi ini pada baris / kolom pertama saja, tidak perlu menyalin rumus ke baris bawahnya atau ke kolom sampingnya, jadi lebih hemat waktu.

Contohnya :

Penulisan Syntax / sintaksis Fungsi Excel SORT adalah:

=SORT(array; [sort_index]; [sort_order]; [by_col])

Keterangan:

ArgumenKeterangan
arrayMerupakan range atau Array yang akan diurutkan.
sort_indexAngka yang menunjukan kolom atau baris sebagai dasar pengurutan.
sort_orderPilihan 1 dan -1, 1 atau jika dikosongkan untuk mengurutkan data secara Ascending (A to Z) dan angka -1 untuk mengurutkan data secara Descending (Z to A)
by_colMenunjukkan arah pengurutan, TRUE untuk mengurutkan menurut kolom dan FALSE atau jika dikosongkan untuk mengurutkan menurut baris.

Argumen Array Fungsi SORT Excel

Argumen pertama dari Fungsi SORT adalah argumen Array, argumen ini sifatnya wajib di isi, yang merupakan range referensi yang ingin diurutkan.

Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan gambar contoh fungsi SORT berikut ini:

Pada gambar diatas rentang / range data yang ingin diurutkan adalah range A2:A10, maka rumus excel yang dimasukkan pada sel B2 adalah =SORT(A2:A10).

Hasilnya terlihat pada sel B2:B10 sudah diurutkan secara ascending (A to Z). 
Bagaimana jika ingin hasilnya urut secara descending (Z to A)? 
Anda harus mengisi argumen sort_order dengan nilai -1, selengkapnya silahkan lanjutkan membaca tutorial ini.

Argumen Sort_Index Fungsi SORT Excel

Argumen Fungsi SORT yang kedua adalah sort_index, argumen ini sifatnya opsional. Fungsinya untuk menentukan kolom atau baris mana yang dijadikan rujukan dalam mengurutkan data. 

Jika argumen sort_index tidak di isi atau dikosongkan maka otomatis kolom atau baris pertama yang akan dijadikan rujukan.


Pada gambar di atas range rujukan atau argumen Array dari fungsi SORT adalah range A3:C11.

Ada 4 contoh penggunaan fungsi SORT dengan menyertakan argumen sort_index-nya.
  1. Fungsi SORT untuk mengurutkan data berdasarkan kolom pertama, rumus excel yang digunakan adalah =SORT(A3:C111). Angka 1 merupakan argumen sort_order dari fungsi SORT untuk menentukan kolom 1 sebagai acuan untuk mengurutkan data di Excel.
  2. Mengurutkan data di Excel berdasarkan acuan data dari kolom kedua, rumus excel yang digunakan adalah =SORT(A3:C112).
  3. Contoh ketiga, menjadikan kolom ketiga sebagai acuan untuk mengurutkan data dengan fungsi SORT, rumus excel yang digunakan adalah =SORT(A3:C113).
  4. Contoh terakhir adalah menggunakan dua kolom sebagai data acuan mengurutkan data di excel menggunakan fungsi SORT, penulisannya harus di apit tanda kurung kurawal "{...}".

    Jadi untuk menjadikan kolom pertama dan kedua sebagai rujukan dalam mengurutkan data di excel, penulisan rumus excelnya adalah =SORT(A3:C11{2;1}).

Argumen Sort_Order Fungsi SORT Excel

Argumen opsional pada fungsi excel SORT selanjutnya atau yang ketiga adalah sort_order, argumen ini bisa Anda gunakan untuk menentukan pilihan pengurutan, apakah mau menggunakan ascending atau menggunakan descending.

Ascending (A to Z) adalah mengurutkan data menaik, dari yang terkecil ke yang terbesar (Sort Smallest to Largest).

Descending (Z to A) adalah kebalikan dari ascending yaitu mengurutkan data menurun, dari nilai terbesar ke terkecil (Sort Largest to Smallest).

Default dari argumen sort_order ini adalah ascending, jadi jika argumen sort_order ini tidak disertakan di fungsi SORT maka data akan diurutkan secara ascending.

Untuk menentukan pilihan ascending atau descending pada argumen sort_order fungsi SORT hanya perlu memasukkan angka berikut.
  • angka 1 jika ingin diurutkan secara ascending (A to Z).
  • angka -1 untuk menentukan urutan secara descending (Z to A).
Contoh penggunaan fungsi SORT Excel yang menggunakan argumen sort_order:

Sumber data referensi yang ingin diurutkan adalah range A2:A10 dan karena datanya cuma satu kolom maka untuk argumen sort_index-nya bisa dikosongkan saja.

Untuk mengurutkan secara Ascending (range C2:C10) rumus excel yang digunakan adalah =SORT(A2:A10;;1).

Dan untuk mengurutkan secara Desscending (range D2:D10) rumus excel yang digunakan adalah =SORT(A2:A10;;-1).

Contoh penggunaan argumen sort_order + sort_index:

Sumber data referensi yang ingin diurutkan adalah range F2:H10.

Misalnya saja Anda ingin mengurutkan data menurun berdasarkan kolom harga, dari harga yang tertinggi ke harga yang terendah, maka rumus excelnya adalah =SORT(F2:H10;3;-1).

Nilai argumen sort_index-nya adalah 3, karena kolom harga terletak di kolom ke-3.
Sedangkan argumen sort_order-nya di isi -1, karena ingin mengurutkan secara descending.

Argumen By_Col Fungsi SORT Excel

Argumen by_col pada fungsi SORT digunakan untuk menentukan arah dari pengurutan data, argumen ini berupa nilai logika TRUE atau FALSE.

Default arah pengurutan data menggunakan fungsi excel SORT adalah menurut baris, dan dengan menggunakan argumen by_col ini anda bisa mengubah arahnya menjadi menurut kolom.

Anda hanya perlu memasukkan nilai logika TRUE atau angka 1 pada argumen by_col pada fungsi SORT untuk mengubah arahnya menurut kolom.

Jika argumen by_col dikosongkan atau tidak dimasukkan, maka nilainya dianggap FALSE dan arah urutan sortirnya menjadi menurut baris.

Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan contoh berikut ini:

Sumber data referensi yang ingin diurutkan adalah range A2:C10.
Pada gambar diatas terdapat 3 contoh dengan penggunaan argumen by_col Fungsi Excel SORT.
  1. Untuk range E2:G10 rumus excel yang dimasukkan ke sel E2 adalah =SORT(A2:C10;;;FALSE), hasilnya arah pengurutan datanya menurut baris, tepatnya pada kolom pertama.
  2. Pada range I2:K10 rumus excel yang dimasukkan ke sel I2 adalah =SORT(A2:C10;;;TRUE), hasilnya urutan kolomnya berubah, kolom pertama adalah kolom harga, kemudian kolom barang dan terakhir kolom jenis.
  3. Karena argumen by_col-nya diisikan nilai TRUE, maka arah sortir-nya menjadi menurut kolom, tepatnya berdasarkan data pada baris pertama karena itu posisi kolomnya berubah.
  4. Contoh ke-3 yakni pada range M2:O10 rumus excel yang dimasukkan ke sel M2 adalah =SORT(A2:C10;5;;TRUE), hasilnya urutan kolomnya berubah lagi, yaitu kolom harga, kolom jenis dan baru kolom barang.
  5. Mengapa bisa begitu? ini karena pada argumen sort_index dimasukkan angka 5, dan argumen by_col-nya TRUE, maka excel akan mengurutkan data menurut kolom, berdasarkan data yang ada pada baris ke-5.

Sekian tutorial tentang penggunaan fungsi Excel SORT, semoga bermanfaat...


Share:
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js