MATERI INFORMATIKA KELAS 7



Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat Pagi Anak-Anak Hebat

Anak-anak kelas 7 saya akan membagikan beberapa kisi-kisi untuk Asesmen Akhir Tahun dengan materi tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi, Analisis Data, Algoritma Pemrograman, Dampak Sosial Informatika. Sebelum membaca materi silahkan isi daftar hadir dulu, setelah itu anak-anak mohon mengikuti soal quizizz yang sudah saya berikan dibawah ini. 


Untuk Daftar Hadir silahkan klik tautan berikut : 


Untuk Materi klik tautan berikut ini :


Untuk mengikuti soal Quizizz silahkan klik tautan berikut : (Tulis Nama Lengkap dan Kelas Di Quizizz ), Quizizz bisa dikerjakan sampai pukul 21.00 WIB.

Catatan : Jika tidak bisa masuk Quizizz gunakan Kode berikut untuk Gabung ke Quizizz 72021960


Ubahlah hidupmu hari ini. Jangan bermain-main dengan masa depanmu lakukan sekarang, jangan menunda." - Simone de Beauvoir
Share:

Rancangan Aksi Nyata, Aksi Nyata dan Refleksi aksi Nyata Modul 3.3.a.10





Share:

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL - PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA

 



Berdasarkan aset yang dimiliki sekolah, maka pemimpin dalam pengelolaan sumber daya sangat memegang peranan penting dalam pemetaan sumber daya yang ada di daerah dan sekolah dengan menggunakan tujuh aset/sumber daya. Berdasarkan pendekatan pengembangan komunitas berbasis aset (PKBA) menekankan pada kemandirian dari suatu komunitas untuk dapat menyelesaikan tantangan yang dihadapinya dengan bermodalkan kekuatan dan potensi yang ada di dalam diri mereka sendiri, dengan demikian hasil yang diharapkan lebih berkelanjutan.

Setelah saya melakukan pemetaan aset sekolah yang merupaka aset daerah. Saya mengidentifikasi ada 7 aset utama sekolah yang menjadi potensi kekuatan aset sekolah saya yang harus diberdayakan sesuai tupoksinya masing-masing.

 

Modal sumber daya manusia meliputi: Kepala sekolah dengan kualifikasi pendidikan S1, tenaga pendidik berjumlah 13 orang dengan kualifikasi pendidikan S1, tenaga perpustakaan 1 orang dengan kualifikasi pendidikan S1, tenaga administrasi 1 orang dengan kualifikasi pendidikan SMA, penjaga 1 orang dengan kualifikasi pendidikan SMA, murid sejumlah 66, pengawas sekolah dengan kualifikasi pendidikan S2, komite sekolah dan orang tua murid.

 

Modal sosial meliputi : kesepakatan kelas, tata tertib sekolah, kode etik guru, pembiasaan amal jumat, Organisasi pramuka, akses internet (wifi), komunitas praktisi, KKG, dan PKG

Modal fisik meliputi: ruang kepala sekolah, ruang kelas berjumlah 4, ruang UKS, perpustakaan, ruang laboratorium, kamar mandi siswa berjumlah 4, kamar mandi guru, lapangan upacara, mushola, parkir siswa dan guru, prasarana (drainase, air bersih, tempat cuci tangan berjumlah komputer, LCD.

 

Modal lingkungan meliputi: lahan yang masih luas, udaranya yang masih bersih dan lingkungan yang nyaman

 

Modal finansial meliputi : Dana BOS, BOSKAB dan BOSDA, dan Komite.

 

Modal politik meliputi inas Pendidikan Kab. Malang, Kantor Kepala Desa, Puskesmas, Polsek, Koramil.

 

Modal agama dan budaya meliputi : Suku Jawa, Agama Islam dan Non Muslim, kegiatan keagamaan


Ketujuh aset sekolah di atas merupakan sebuah potensi yang kami miliki dan kuasai. Dalam pembelajaran di sekolah kami selalu memberdayakan ketujuh aset dengan maksimal dan efektif untuk menunjang keberhasilan tujuan pendidikan.

Yang paling kami banggakan dari sekolah kami adalah prestasi-prestasi yang diraih oleh siswa-siswa SMP Dharma Wanita 09 Kromengan. Kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam membangun anak yang berprestasi.

Adapun keunikan dari sekolah kami adalah karena sekolah kami terletak di lingkungan pedesaan tepatnya di tengah-tengah kecamatan dan untuk lokasi enak dicari.

Kekuatan lain dari aset sekolah kami adalah kerjasama dan kekompakan untuk selalu memajukan dan membenahi lingkungan SMP Dharma Wanita 09 Kromengan lewat komunitas praktisi sekolah.

Usaha yang dilakukan oleh pihak sekolah agar lebih baik dari sekolah lainnya adalah melakukan komunikasi yang efektif dengan komite sekolah, masyarakat, wali murid, dan instansi setempat dalam memajukan SMP Dharma Wanita 09 Kromengan.

 

 

 

SALAM GURU PENGGERAK


Share:

Tugas Modul 3.1.a.8 Koneksi Antar Materi

Haii ... sahabat blogger, jumpa lagi di blog sederhana. Pada kesempatan kali ini ijinkan saya berbagi terkait tugas pelatihan guru penggerak. Adapun tugas yang dapat saya bagikan yaitu tugas modul 3.1.a.8 Koneksi Antar Materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran.

Guru Penggerak merupakan episode kelima dari rangkaian kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan dijalankan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK). Program Guru Penggerak ini bertujuan untuk menyiapkan para pemimpin pendidikan Indonesia masa depan, mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan guru di sekitarnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Tak terasa perjalanan guru penggerak angkatan 2 ini sudah sampai pada modul 3.1 yaitu pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Sudah begitu banyak materi dan ilmu-ilmu baru yang dipelajari mulai dari modul 1.1 sampai 3.1 ini. Tentunya semua ilmu-ilmu yang sudah didapat tersebut akan sangat berguna dan bermanfaat untuk mewujudkan merdeka belajar.

Di awal modul 1.1 kita sudah mempelajari filosofi pendidikan yang disampaikan oleh bapak pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantara. Beliau menyampaikan bahwa pendidikan memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Di dalam melaksanakan pembelajaran seorang pemimpin (guru) harus menerapkan sistem among (menuntun) agar mampu mendorong tumbuh kembangnya potensi siswa. 

Selain itu, seorang pemimpin (guru) harus selalu berpedoman pada Pratap Triloka Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Kaitannya dengan pengambilan keputusan, seorang pemimpin (guru) harus mampu mengambil sebuah keputusan yang tepat, arif, bijaksana, dan berpihak kepada siswanya. Seorang pemimpin (guru) harus mampu menjadi teladan bagi orang-orang yang dipimpinnya (siswa), seorang pemimpin (guru) harus mampu membangun semangat orang-orang yang dipimpinnya (siswa), dan seorang pemimpin (guru) harus mampu memberikan motivasi kepada orang-orang yang dipimpinnya (siswa) untuk dapat mengembangkan minat, bakat, dan potensi yang dimiliki.  

Di dalam mengambil sebuah keputusan seorang pemimpin (guru) harus selalu menyelaraskan dengan visi dan misi yang telah disusun dan disepakati bersama, agar apa yang diputuskan jelas dan terarah. Utamanya dalam mewujudkan pendidikan yang berpihak pada murid sehingga terwujud merdeka belajar.

 

Bapak/Ibu guru di seluruh nusantara, 

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, Anda pasti sering dihadapkan dalam situasi di mana Anda diharuskan mengambil suatu keputusan. Namun, seberapa sering keputusan tersebut melibatkan kepentingan dari masing-masing pihak yang sama-sama benar, tapi saling bertentangan satu dengan yang lain? 

Dalam pengambilan sebuah keputusan akan ada dua hal yang kita temukan yaitu bujukan moral dan dilema etika. Nah apakah perbedaan keduanya itu?

  • Bujukan moral atau benar vs salah adalah sebuah situasi yang terjadi dimana seseorang dihadapkan pada situasi benar atau salah dalam mengambil sebuah keputusan.
  • Dilema etika atau benar vs benar adalah sebuah situasi yang terjadi dimana seseorang dihadapkan pada situasi keduanya benar namun bertentangan dalam mengambil sebuah keputusan.

Dari pengalaman kita bekerja kita pada institusi pendidikan, kita telah mengetahui bahwa dilema etika adalah hal berat yang harus dihadapi dari waktu ke waktu. Ketika kita menghadapi situasi dilema etika, akan ada nilai-nilai kebajikan mendasari yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan akan hidup. 

Secara umum ada pola, model, atau paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika yang bisa dikategorikan seperti di bawah ini.

  1. Individu lawan masyarakat (individual vs community)
  2. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
  3. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
  4. Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

Dalam pengambilan sebuah keputusan ada tiga prinsip yang melandasinya. Ketiga prinsip ini yang seringkali membantu dalam menghadapi pilihan-pilihan yang penuh tantangan, yang harus dihadapi pada dunia saat ini. (Kidder, 2009, hal 144). Ketiga prinsip tersebut yaitu. 

  1. Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
  2. Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
  3. Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, Anda harus memastikan bahwa keputusan yang Anda ambil adalah keputusan yang tepat. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah keputusan tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pengambilan keputusan secara etis.

 

Di bawah ini adalah 9 langkah yang telah disusun untuk memandu Anda dalam mengambil dan menguji keputusan dalam situasi dilema etika yang membingungkan karena adanya beberapa nilai-nilai yang bertentangan.

  1. Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini.
  2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.
  3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
  4. Pengujian benar atau salah. Ada uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan koran, dan uji panutan/idola.
  5. Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.
  6. Melakukan Prinsip Resolusi.
  7. Investigasi Opsi Trilema.
  8. Buat Keputusan.
  9. Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan. 

Selain menerapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan, kita juga  bisa menerapkan teknik coaching di dalam pengambilan keputusan. Melalui teknik coaching ini kita dapat memunculkan potensi-potensi yang kita miliki untuk dapat menyelesaikan situasi dilema etika yang kita alami. 

 

Demikianlah tugas modul 3.1.a.8 tentang koneksi antar materi modul pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yang dapat saya bagikan. Semoga bermanfaat.

 

 

SALAM GURU PENGGERAK

Share:
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js