Menciptakan Karakter Peduli
Lingkungan Pada Program Pengelolaan Sampah Sekolah
Surya Adi Nafitri,
S.Pd
CGP Angkatan 2 Kab.
Malang
SMP Dharma Wanita 09
Kromengan
A. Latar belakang
Sampah adalah sisa suatu usaha atau
kegiatan manusia yang berwujud padat baik berupa zat organik maupun anorganik
yang bersifat dapat terurai maupun tidak terurai] dan dianggap sudah tidak
berguna lagi sehingga dibuang ke lingkungan. Alam tidak mengenal sampah, yang
ada hanyalah daur materi dan energi. Hanya manusia yang menyampah mengakibatkan
munculnya sampah.
Segala macam organisme yang ada di
alam ini selalu menghasilkan bahan buangan, karena tidak ada proses konversi
yang memiliki efisiensi 100%. Sebagian besar bahan buangan yang dihasilkan oleh
organisme yang ada di alam ini bersifat organik memiliki ikatan CHO, bagian
tubuh makhluk hidup. Sampah yang berasal dari aktivitas manusia yang dapat
bersifat organik maupun anorganik. Contoh sampah organik adalah: sisa-sisa
bahan makanan, kertas, kayu dan bambu. Sedangkan sampah anorganik hasil dari
proses pabrik misalnya: plastik, logam, gelas, dan karet.
Ditinjau dari kepentingan
kelestarian lingkungan, sampah yang bersifat organik tidak begitu bermasalah
karena dengan mudah dapat dirombak oleh mikrobia menjadi bahan yang mudah
menyatu kembali dengan alam. Sebaliknya sampah anorganik sukar terombak dan
menjadi bahan pencemar.
Timbunan sampah menjadi sarang bagi
vektor dan penyakit. Tikus, lalat, nyamuk akan berkembang biak dengan pesat.
Ruang yang ada dicelah-celah sampah dapat berupa ban, kaleng bekas, kardus, dan
lain-lain merupakan hunian yang ideal bagi tikus. Lalat pada umumnya
berkembangbiak pada sampah organik, terutama pada sampah yang banyak mengandung
protein, seperti sisa makanan. Suasana
yang lembab dan hangat sangat cocok untuk habitat nyamuk. Sampah organik
menyediakan sumber makanan yang melimpah bagi mereka.
Karakteristik
sampah di Sekolah
Sekolah sebagai tempat berkumpulnya
banyak orang dapat menjadi penghasil sampah terbesar selain pasar, rumah
tangga, industri dan perkantoran. Secara umum sampah dapat dipisahkan menjadi :
Sampah organik/mudah busuk berasal dari:
sisa makanan, sisa sayuran dan kulit buah-buahan, sisa ikan dan daging, sampah
kebun (rumput, daun dan ranting). Sampah anorganik/tidak mudah busuk berupa :
kertas, kayu, kain, kaca, logam, plastik , karet dan tanah. Sampah yang
dihasilkan sekolah kebanyakan adalah jenis sampah kering dan hanya sedikit
sampah basah. Sampah kering yang dihasilkan kebanyakan berupa kertas, plastik
dan sedikit logam. Sedangkan sampah basah berasal dari guguran daun pohon, sisa
makanan dan daun pisang pembungkus makanan.
B. Deskripsi Aksi Nyata Yang Dilakukan
Di lingkungan sekolah, pengelolaan sampah membutuhkan
perhatian serius. Dengan komposisi sebagian besar penghuninya adalah anak-anak (warga
belajar) tidak menutup kemungkinan pengelolaannya pun belum optimal. Namun juga
bisa dipakai sebagai media pembelajaran bagi siswa-siswinya. Salah satu
parameter sekolah yang baik adalah berwawasan lingkungan.
Dari penjabaran diatas saya mempunyai visi ingin
mengembangkan karakter peserta didik dalam mengolah sampah menjadi barang yang
bernilai. Yang pertama saya menyampaikan visi kepada Kepala Sekolah. Dalam hal
ini juga melibatkan pemangku kepentingan seperti guru, staf dan juga warga
sekitar. Dalam pengelolaan sampah di sekolah, para peserta didik dilibatkan
secara aktif. Hal ini dapat dilakukan dengan pembentukan regu-regu yang
bertugas secara terjadwal. Kegiatan pameran dan kompetisi berkala dapat
dilakukan untuk meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah.
Pengelolaan sampah juga bisa melalui 4R (REDUCE, REUSE, REPLACE, RECYCLE). Sehingga
muncul kesadaran baru bahwa “Sampah bukan masalah, tetapi peluang.
Adapun alasan mengapa saya mengambil aksi ini adalah
mendorong timbulnya kesadaran dalam pengelolaan sampah demi menjaga kelestarian
lingkungan sekolah dan warga sekitar.
C. Hasil dari aksi nyata yang dilakukan
Dengan pelaksanaan program pengelolaan sampah masing-masing
pemangku kepentingan sangat mendorong demi terciptanya lingkungan bersih. Peserta
didik juga memberikan keaktifan yang ditunjukkan dengan pengelolaan sampah
sesuai dengan karakter yang ada. Komunikasi dan kolaboratif antar pemangku
kepentingan dan peserta didik dilakukan untuk memantau dan menuntun dalam pengelolaan
sampah. Guru telah mengimplementasikan visi guru penggerak diantaranya kreatif
dan inovatif, menuntun kemandirian peserta didik, membangun komunitas aktif
sesama guru untuk berbagi praktik baik.
D. Pembelajaran yang didapat dari
pelaksanaan (kegagalan maupun keberhasilan)
Keberhasilan yang dilakukan dengan
tindakan memberikan peran masing-masing peserta didik dalam pengelolahan sampah memberikan
dampak positif. Murid yang selama ini membuang
sampah tidak sesuai dengan 4R (REDUCE, REUSE, REPLACE, RECYCLE) akhirnya bisa
berperan aktif dalam pengelolahan sampah. Peserta didik yang memiliki kemampuan
lebih dalam menggunakan sampah bekas menjadi barang bernilai yang menarik dan
bisa berkreasi. Peserta didik juga saling berbagi dalam mengolah sampah menjadi
barang bernilai dari temannya yang lain. Kegagalan
dalam aksi nyata ini karena perilaku menjaga kebersihan masih sangat kurang,
sehingga perlu waktu untuk memberi pemahaman pengelolaan sampah yang diberikan
kepada peserta didik.
E.
Rencana
perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang
Kedepan maka saya akan lebih intens
lagi melakukan komunikasi terhadap peserta didik mengenai pengelolaan sampah yang mereka lakukan. Saya juga akan melakukan kolaborasi dengan pemangku
kepentingan agar pengelolaan samah lebih maksimal. Dan
juga memberikan masukan-masukan kepada peserta didik tentang pendaurulangan
sampah yang lebih mempunyai nilai guna.
Saya juga akan menjadikan diri saya
sebagai dalam kedisiplinan, kemandirian dalam belajar dan kerja keras, memiliki
integritas yang baik. Saya juga akan membangun
komunikasi yang aktif untuk berbagi praktik baik dengan sesama guru dan
pimpinan sekolah. Saya juga membangun komunikasi
aktif dengan warga sekitar agar menghasilkan kolaborasi baik dalam
memberikan pemahaman tentang pengelolaan sampah yang dapat menghasilkan nilai
guna.
SALAM GURU
PENGGERAK
MERDEKA
BELAJAR