AKSI NYATA 1.3.a.10.

Menciptakan Karakter Peduli Lingkungan Pada Program Pengelolaan Sampah Sekolah

 

Surya Adi Nafitri, S.Pd

CGP Angkatan 2 Kab. Malang

SMP Dharma Wanita 09 Kromengan

 

A.       Latar belakang

Sampah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan manusia yang berwujud padat baik berupa zat organik maupun anorganik yang bersifat dapat terurai maupun tidak terurai] dan dianggap sudah tidak berguna lagi sehingga dibuang ke lingkungan. Alam tidak mengenal sampah, yang ada hanyalah daur materi dan energi. Hanya manusia yang menyampah mengakibatkan munculnya sampah.

Segala macam organisme yang ada di alam ini selalu menghasilkan bahan buangan, karena tidak ada proses konversi yang memiliki efisiensi 100%. Sebagian besar bahan buangan yang dihasilkan oleh organisme yang ada di alam ini bersifat organik memiliki ikatan CHO, bagian tubuh makhluk hidup. Sampah yang berasal dari aktivitas manusia yang dapat bersifat organik maupun anorganik. Contoh sampah organik adalah: sisa-sisa bahan makanan, kertas, kayu dan bambu. Sedangkan sampah anorganik hasil dari proses pabrik misalnya: plastik, logam, gelas, dan karet.

Ditinjau dari kepentingan kelestarian lingkungan, sampah yang bersifat organik tidak begitu bermasalah karena dengan mudah dapat dirombak oleh mikrobia menjadi bahan yang mudah menyatu kembali dengan alam. Sebaliknya sampah anorganik sukar terombak dan menjadi bahan pencemar.

Timbunan sampah menjadi sarang bagi vektor dan penyakit. Tikus, lalat, nyamuk akan berkembang biak dengan pesat. Ruang yang ada dicelah-celah sampah dapat berupa ban, kaleng bekas, kardus, dan lain-lain merupakan hunian yang ideal bagi tikus. Lalat pada umumnya berkembangbiak pada sampah organik, terutama pada sampah yang banyak mengandung protein, seperti sisa makanan.  Suasana yang lembab dan hangat sangat cocok untuk habitat nyamuk. Sampah organik menyediakan sumber makanan yang melimpah bagi mereka.

 

Karakteristik sampah di Sekolah

Sekolah sebagai tempat berkumpulnya banyak orang dapat menjadi penghasil sampah terbesar selain pasar, rumah tangga, industri dan perkantoran. Secara umum sampah dapat dipisahkan menjadi : Sampah organik/mudah busuk  berasal dari: sisa makanan, sisa sayuran dan kulit buah-buahan, sisa ikan dan daging, sampah kebun (rumput, daun dan ranting). Sampah anorganik/tidak mudah busuk berupa : kertas, kayu, kain, kaca, logam, plastik , karet dan tanah. Sampah yang dihasilkan sekolah kebanyakan adalah jenis sampah kering dan hanya sedikit sampah basah. Sampah kering yang dihasilkan kebanyakan berupa kertas, plastik dan sedikit logam. Sedangkan sampah basah berasal dari guguran daun pohon, sisa makanan dan daun pisang pembungkus makanan.

 

B.       Deskripsi Aksi Nyata Yang Dilakukan

Di lingkungan sekolah, pengelolaan sampah membutuhkan perhatian serius. Dengan komposisi sebagian besar penghuninya adalah anak-anak (warga belajar) tidak menutup kemungkinan pengelolaannya pun belum optimal. Namun juga bisa dipakai sebagai media pembelajaran bagi siswa-siswinya. Salah satu parameter sekolah yang baik adalah berwawasan lingkungan.

Dari penjabaran diatas saya mempunyai visi ingin mengembangkan karakter peserta didik dalam mengolah sampah menjadi barang yang bernilai. Yang pertama saya menyampaikan visi kepada Kepala Sekolah. Dalam hal ini juga melibatkan pemangku kepentingan seperti guru, staf dan juga warga sekitar. Dalam pengelolaan sampah di sekolah, para peserta didik dilibatkan secara aktif. Hal ini dapat dilakukan dengan pembentukan regu-regu yang bertugas secara terjadwal. Kegiatan pameran dan kompetisi berkala dapat dilakukan untuk meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah juga bisa melalui 4R (REDUCE, REUSE, REPLACE, RECYCLE). Sehingga muncul kesadaran baru bahwa “Sampah bukan masalah, tetapi peluang.

Adapun alasan mengapa saya mengambil aksi ini adalah mendorong timbulnya kesadaran dalam pengelolaan sampah demi menjaga kelestarian lingkungan sekolah dan warga sekitar.

 

C.       Hasil dari aksi nyata yang dilakukan

Dengan pelaksanaan program pengelolaan sampah masing-masing pemangku kepentingan sangat mendorong demi terciptanya lingkungan bersih. Peserta didik juga memberikan keaktifan yang ditunjukkan dengan pengelolaan sampah sesuai dengan karakter yang ada. Komunikasi dan kolaboratif antar pemangku kepentingan dan peserta didik dilakukan untuk memantau dan menuntun dalam pengelolaan sampah. Guru telah mengimplementasikan visi guru penggerak diantaranya kreatif dan inovatif, menuntun kemandirian peserta didik, membangun komunitas aktif sesama guru untuk berbagi praktik baik.

 

D.       Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan (kegagalan maupun keberhasilan)

Keberhasilan yang dilakukan dengan tindakan memberikan peran masing-masing peserta didik dalam pengelolahan sampah memberikan dampak positif. Murid yang selama ini membuang sampah tidak sesuai dengan 4R (REDUCE, REUSE, REPLACE, RECYCLE) akhirnya bisa berperan aktif dalam pengelolahan sampah. Peserta didik yang memiliki kemampuan lebih dalam menggunakan sampah bekas menjadi barang bernilai yang menarik dan bisa berkreasi. Peserta didik juga saling berbagi dalam mengolah sampah menjadi barang bernilai dari temannya yang lain. Kegagalan dalam aksi nyata ini karena perilaku menjaga kebersihan masih sangat kurang, sehingga perlu waktu untuk memberi pemahaman pengelolaan sampah yang diberikan kepada peserta didik.

 

E.        Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang

Kedepan maka saya akan lebih intens lagi melakukan komunikasi terhadap peserta didik mengenai pengelolaan sampah yang mereka lakukan. Saya juga akan melakukan kolaborasi dengan pemangku kepentingan agar pengelolaan samah lebih maksimal. Dan juga memberikan masukan-masukan kepada peserta didik tentang pendaurulangan sampah yang lebih mempunyai nilai guna.

Saya juga akan menjadikan diri saya sebagai dalam kedisiplinan, kemandirian dalam belajar dan kerja keras, memiliki integritas yang baik. Saya juga akan membangun komunikasi yang aktif untuk berbagi praktik baik dengan sesama guru dan pimpinan sekolah. Saya juga membangun komunikasi aktif dengan warga sekitar agar menghasilkan kolaborasi baik  dalam memberikan pemahaman tentang pengelolaan sampah yang dapat menghasilkan nilai guna.

 

 

SALAM GURU PENGGERAK

 

MERDEKA BELAJAR


Share:

0 Comments:

Posting Komentar

{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js