FUNGSI VLOOKUP DAN HLOOKUP

 


Rumus VLOOKUP dan HLOOKUP : Fungsi, Contoh dan Cara Pengunaannya

VLOOKUP dan HLOOKUP adalah fungsi Excel yang dapat dikategorikan sebagai Lookup dan Reference. Fitur ini bisa dibilang basic, jadi jangan heran jika kamu melamar pekerjaan yang berhubungan dengan data. Beberapa perusahaan memastikan bahwa kamu dapat menguasai fitur ini.

Rumus VLOOKUP adalah rumus Excel yang digunakan untuk mencari nilai tertentu dalam kolom atau sumber data lain menggunakan kata kunci vertikal tertentu. HLOOKUP, di sisi lain, digunakan untuk mencari nilai di kolom horizontal atau sumber data lainnya.

Cara Menggunakan Rumus VLOOKUP dan HLOOKUP
Fungsi VLOOKUP digunakan untuk menampilkan data dari sebuah tabel yang disusun dalam format vertikal. Bentuk penulisan fungsinya 

=VLOOKUP(lookup_value, tabel_array, col_index_num). atau

=VLOOKUP(NilaiYangDiCari; TabelReferensi; NomorKolom; [RangeLookup])

Keterangan :

Fungsi Vlookup excel memiliki empat argumen:

NilaiYangDiCari : Merupakan nilai yang akan kita cari pada kolom pertama sebuah tabel atau kolom paling kanan dari TabelReferensi. Argument ini dapat berupa angka, teks, tanggal maupun nilai tertentu baik ditulis langsung maupun sebuah referensi sel. Bisa juga berupa nilai yang dihasilkan oleh rumus excel lainnya.

TabelReferensi : Sebuah tabel referensi data yang terdiri dari 2 kolom atau lebih, dimana NilaiYangDicari berada pada kolom pertama tabel data ini.

NomorKolom : Merupakan Nomor kolom dari argumen TabelReferensi yang mengandung nilai data dan akan kita ambil nilai yang sebaris dengan posisi NilaiYangDicari pada kolom pertama.

RangeLookup : Diisi dengan nilai Boolean TRUE atau FALSE. Nilai logika True/false ini menujukkan tipe pencarian. Nilai logika pada rumus Vlookup digunakan sebagai acuan untuk menetapkan apakah kita ingin VLOOKUP menemukan hasil yang sama persis atau cukup menemukan nilai mendekati.
  • TRUE: Vlookup akan menemukan NilaiYangDiCari Pada TabelReferensi pencarian yang sama persis atau mendekati. Jika Nilai yang sama persis tidak ditemukan maka nilai terbesar berikutnya yang kurang dari NilaiYangDiCari yang akan dihasilkan.
  • FALSE: Vlookup akan menemukan NilaiYangDiCari Pada TabelReferensi pencarian yang sama persis saja. Jika tidak ditemukan maka Vlookup akan menghasilkan pesan error #NA!


© Kelas Excel | Jangan lupa menyertakan sumber: https://www.kelasexcel.id/2014/07/fungsi-vlookup-excel-untuk-pencarian-data.html

Sedangkan fungsi HLOOKUP digunakan untuk menampilkan data dari sebuah tabel yang disusun dalam format horizontal. Bentuk penulisan fungsinya 

=HLOOKUP(lookup_value,tabel_array, row_index_num).


Contoh Fungsi VLOOKUP

Pertama kita akan mempersiapkan membuat sebuah tabel pertama di sheet 1 yang berisi data sebagai berikut.

Kemudian pada tabel kedua di sheet 2 kita akan membuat data-data sebagai berikut

Pada tabel di sheet 2 terdapat data penjualan selama tahun 2012 dimana data tersebut tidak ada pada tabel 1 sebelumnya. Sekarang saya menginginkan data penjualan 2012 disemua toko ada di tabel 1. Caranya saya menggunakan formula Vlookup dengan rumus sebagai berikut :

=VLOOKUP($B$2:$B$6,Sheet2!$B$2:$D$6,3,FALSE)

yang menjadi lookup value nya adalah NAMA TOKO
yang menjadi tabel array nya adalah sheet2 NAMA TOKO (tabel yang akan dibaca)
yang menjadi col_index_num nya adalah kolom 3 (kolom D, PENJUALAN SELAMA TAHUN 2012)

Setelah rumus formula kita maka hasilnya dapat dilihat seperti tabel berikut ini :

Pada tabel 1 di sheet satu telah bertambah data pada kolom F yaitu PENJUALAN SELAMA TAHUN 2012, dimana datanya merupakan hasil dari rumus VLOOKUP dengan sumber tabel 2 yang ada di sheet 2.

Contoh Fungsi HLOOKUP

Kita akan melihat cara menggunakan fungsi HLOOKUP untuk mengetahui angka penjualan “Laptop” di bulan Maret:

Langkah 1: Pilih sel tempat Anda ingin menampilkan hasilnya. Di sini, mari kita gunakan sel I2.

Memilih sel untuk menjalankan fungsi HLOOKUP.

Langkah 2: Ketik rumus berikut di sel I2:

=HLOOKUP("March", B1:G2, 2, FALSE)

Langkah 3: Masuk ke sel.

Fungsi HLOOKUP berhasil mencari bulan “Maret” di baris pertama table_array yang ditentukan (B1:G1) dan mengembalikan nilai yang sesuai dari baris kedua (B2:G2), yaitu 210.

Parameter yang kami berikan adalah:

  • "March"adalah lookup_value, bulan yang ingin kita cari angka penjualannya.
  • B1:G2adalah table_array, rentang sel yang berisi data yang ingin kita cari.
  • 2adalah row_index_num, yang menunjukkan bahwa kita ingin mengambil nilai dari baris kedua table_array (tempat angka penjualan "Laptop" berada).
  • FALSEmenentukan bahwa kita menginginkan pencocokan tepat untuk nilai_pencarian

Melalui contoh ini, kita melihat bagaimana HLOOKUP dapat digunakan untuk mengambil data tertentu secara efisien dari kumpulan data horizontal berdasarkan kriteria tertentu.



Share:

SOAL ULANGAN HARIAN DESIMAL, BINER, DAN OKTAL

 


Soal Ulangan INFORMATIKA Kelas 8 Semester 1/Ganjil Kurikulum Merdeka tentang Bilangan Biner, Desimal, dan Oktal. Bagi Anak-anak yang belum mengerjakan soal Ulangan Harian Quiziz, bisa mengerjakan soal berikut :

Mohon maaf jika ada kesalahan atau kurang paham dari soal di atas bisa klik WA di samping atau atas blog. 

Share:

PIVOT TABLE MICROSOFT EXCEL

 


Pivot Table adalah fitur Excel yang sering digunakan untuk mengelola dan menampilkan data secara praktis, sehingga pengguna bisa mengubah kumpulan data menjadi sebuah tabel yang mudah dipahami.


Fungsi Pivot Table pada Excel

Ada beberapa fungsi Pivot Table pada Excel, antara lain:

1. Meringkas data

Pivot Table dapat membuat data lebih ringkas walaupun dalam jumlah yang banyak. Pivot Table bekerja dengan mengelompokkan data berdasarkan kriteria seperti tanggal dan kategori.

2. Penyaringan data

Pivot Table bisa digunakan untuk menyaring data berdasarkan variabel tertentu seperti tanggal atau nomor.

3. Sortir data

Pivot Table juga bisa digunakan untuk menyortir data, baik dalam urutan naik maupun turun.

4. Menggali data

Pivot table bisa menampilkan data secara detail ataupun keseluruhan, sehingga kamu bisa lebih mudah untuk menemukan data yang dibutuhkan.

5. Menghitung data

Pivot table bisa digunakan untuk kalkulasi data, baik menghitung rata-rata, persentase, maupun total jumlah.


Cara Kerja Pivot Table

Cara kerja pivot table sangat sederhana karena terdiri dari empat komponen utama. Empat komponen ini akan bekerja dengan baik dalam pivot table dan tidak dapat dipisahkan. Adapun empat komponen tersebut antara lain sebagai berikut.

Columns (Kolom)

Columns merupakan hal terpenting dalam membuat pivot table. Komponen ini berguna untuk melihat dan mencantumkan nilai unik pada bagian tersebut.

Rows (Baris)

Ketika sebuah bidang dipilih untuk area baris, bidang tersebut akan terisi sebagai kolom pertama. Mirip dengan kolom, semua label baris adalah nilai unik dan duplikatnya dihapus.

Value (Nilai)

Setiap nilai disimpan dalam sel pivot table dan menampilkan informasi yang diringkas. Nilai yang paling umum adalah jumlah, rata-rata, minimum dan maksimum.

Filter

Filter dapat menerapkan penghitungan atau pembatasan ke seluruh tabel. Dengan filter, maka kamu dapat menentukan beberapa hal yang ingin ditampilkan dalam tabel tersebut.


Cara menggunakan Tabel Pivot di Excel


Cara membuat Pivot Tabel di Excel mencakup langkah berikut:

  1. Pertama-tama, buka file dan data yang ingin kamu olah menjadi pivot table.
  2. Setelah data terbuka, mulai seleksi data yang ingin diolah menjadi pivot table. 
  3. Berikutnya, buka menu bar dan klik “Insert”, kemudian pilih fitur pivot table. 
  4. Setelah kamu mengetuk opsi pivot table, halaman pop up akan muncul secara otomatis dengan tulisan “Create Pivot Table”. 
  5. Kamu bisa mengatur bagian tabel yang ingin diseleksi di jendela pop up tersebut. Selain itu, kamu juga bisa menentukan lokasi pivot table yang akan dibuat. Ada dua pilihan yang bisa dipilih, yaitu "New Worksheet" dan "Existing Worksheet". 
  6. Nantinya ada tambahan tabel baru (Pivot Table Fields) yang berfungsi untuk mengatur isi dari pivot table yang sedang kamu buat. Kamu bisa mengatur pilihan kolom tersebut untuk dianalisis.
  7. Langkah selanjutnya, pilih dan tarik poin-poin yang ingin kamu analisis ke dalam 4 kolom yang ada di Pivot Table Fields.
Selain cara di atas, kamu juga bisa mengatur jenis value yang ingin digunakan dengan klik “Analyze” pada menu bar. Kemudian, pilih “Field Setting”, kemudian pilih bentuk value dari pivot table-mu, apakah sum (total penjumlahan), average, max, min, atau yang lainnya.

Contoh Pivot Table pada Data Sederhana


Pivot table Excel tidak hanya digunakan untuk menganalisis data rumit, tetapi juga bisa digunakan untuk mengolah data yang sederhana. Contohnya, dari data di atas terdapat beberapa informasi di Excel yang meliputi kolom informasi, seperti bulan, sales, merek, tipe, area, dan penjualan. 
Mengutip laman skillacademy, pada bagian Pivot Table Field, poin yang digunakan sebagai columns adalah area. Sementara itu, untuk rows menggunakan merek dan untuk values adalah penjualan. Di samping itu, sales berfungsi sebagai FILTER.

Berdasarkan data pada pivot table di atas, dianalisis dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan. Contoh di atas menunjukkan pivot table digunakan untuk menganalisis jumlah penjualan masing-masing merek di beberapa daerah.

Share:

CHART EXCEL

 


Chart atau grafik di Excel digunakan untuk memvisualisasikan data dalam bentuk yang lebih mudah dipahami dan menarik. Fungsi chart Excel adalah untuk membantu pengguna memahami data dengan cara yang lebih visual dan mudah dicerna.

Manfaat Chart Excel

Memudahkan analisis data: Dengan menggunakan chart Excel, pengguna dapat dengan mudah melihat pola dan tren dalam data, sehingga memudahkan dalam analisis data.

Membuat presentasi yang lebih menarik: Chart Excel dapat digunakan untuk membuat presentasi yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh audiens.

Memperlihatkan perbandingan: Chart Excel dapat digunakan untuk memperlihatkan perbandingan antara data, seperti perbandingan penjualan antara produk atau perbandingan kinerja antara departemen.

Memperlihatkan distribusi data: Chart Excel dapat digunakan untuk memperlihatkan distribusi data, seperti distribusi pendapatan atau distribusi usia karyawan.

Memperlihatkan hubungan antara data: Chart Excel dapat digunakan untuk memperlihatkan hubungan antara data, seperti hubungan antara suhu dan kelembaban udara.

Sebelum beranjak membahas cara membuat grafik, terlebih dahulu kamu perlu mengetahui macam-macam grafik yang ada di Microsoft Excel. Berikut penjelasannya.

1. Column

Grafik yang berbentuk diagram batang yang mengarah ke atas disebut sebagai column. Tipe ini membagi pembagiannya dengan kategori di sumbu horizontal dan nilai di sumbu vertikal.

2. Bar Chart

Macam grafik kedua adalah bar chart. Grafik ini juga berbentuk diagram batang namun mengarah ke samping. Bar dipakai untuk mengilustrasikan perbandingan di antara item-item individual. Di grafik ini, kategori diatur dalam sumbu vertikal, sementara nilai berada di sumbu horizontal.

3. Pie Chart

Pie chart adalah grafik yang dibuat seperti sebuah diagram berbentuk lingkaran. Diagram ini mirip seperti kue pie sehingga dinamakan pie chart. Diagram pie chart menunjukkan nilai data dalam bentuk persentase.

4. Line

Line atau grafik berbentuk garis menampilkan data secara berkelanjutan dari waktu ke waktu. Grafik ini biasanya digunakan untuk menunjukkan sebuah tren data, seperti bulan, kuartal, bahkan sampai tahun.

5. Area

Selanjutnya ada grafik area. Grafik ini dipakai untuk menganalisis alur perubahan dari waktu ke waktu. Mirip seperti line, tapi grafik area mempunyai bagian yang diwarnai secara keseluruhan.

6. Surface

Grafik surface yang berbentuk 3D berguna jika kamu hendak menemukan kombinasi antara dua kumpulan data. Misalnya pada peta topografi. Warna dan pola grafik ini menunjukkan area yang ada di dalam nilai kisaran yang sama.


Contoh Pembuatan Chart Sederhana

Sebelum membuat grafik di Excel dengan beberapa data, perhatikan dulu langkah ini untuk memahami dasar-dasarnya. Pada contoh di atas, Hipwee menggunakan data sederhana, yakni ilustrasi penjualan buku. Perhatikan cara membuat grafik berikut:

  1. Langkah pertama sebelum membuat grafik adalah membuat data dalam bentuk tabel lebih dulu. Perhatikan gambar nomor 1, data tersebut merupakan data tunggal di mana sumbu Y adalah jumlah penjualan buku dan sumbu X adalah jenis bukunya.
  2. Blok A2 hingga B8. Kemudian, buka tab menu Insert, pilih dan klik jenis grafik yang ingin kamu gunakan pada kolom Charts (perhatikan gambar nomor 2). Di sini, Hipwee pakai grafik batang atau Column, kamu juga bisa membuat grafik garis atau Line, dan berbagai jenis lainnya sesuai kebutuhan.
  3. Setelah memilih jenisnya, kemudian akan muncul kotak grafik (gambar nomor 3). Pada grafik tersebut, tampak data pada tabel sudah diubah menjadi bentuk grafik.
  4. Kamu juga bisa mengubah tampilan grafik dengan menggunakan Chart Tools (gambar nomor 4).

Contoh Pembuatan Chart menggunakan banyak data untuk memudahkan analisisnya



Dalam cara ini Hipwee pakai data penjualan buku beberapa bulan untuk menambah data. Jika sebelumnya hanya menggunakan data penjualan bulan Januari saja, maka di sini data ditambah dengan penjualan bulan-bulan berikutnya. Jumlah data bisa kamu sesuaikan sendiri dengan kebutuhan.

Setelah data pada tabel siap, maka lakukan langkah yang sama pada cara membuat grafik di Excel sebelumnya, yakni buka tab Insert, pilih dan klik jenis grafiknya. Di sini Hipwee pakai grafik batang seperti sebelumnya. Setelah itu akan muncul grafik seperti gambar di atas.

Share:
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js