Aksi Nyata Modul 1.4 (Budaya Positif)
Mengembangkan Budaya Positif dengan bersahabat dengan sampah
Surya Adi
Nafitri, S.Pd
CGP
Angkatan 2 Kab. Malang
SMP
Dharma Wanita 09 Kromengan
A.
Latar belakang
Sejatinya
setiap individu pasti mengharapkan hidup dengan nyaman di lingkungan yang
bersih dan asri, agar tempat tinggal sehari-hari dapat menciptakan udara yang
sehat bagi kebutuhan tubuh kita. Namun kondisi alam dan kebutuhan serta telah
pudarnya rasa keperdulian masyarakat akan hal itu, nampaknya akan terasa sulit
di capai pada zaman sekarang. Salah satu yang kini menjadi permasalahan di
tengah-tengah masyarakat terkait kenyamanan lingkungan hidup adalah sampah,
baik sampah hasil rumah tangga maupun sampah pada umumnya. Karena sampah merupakan
hal yang pasti dihasilkan oleh makhluk hidup di dalam kehidupan sehari-hari.
Membiasakan
pola hidup sehat dan membuang sampah pada tempatnya harus dilakukan dari sejak
dini. Budaya inilah yang harus dibina dari kecil untuk kelestarian lingkungan.
Pada zaman sekarang banyak pelajar yang kurang peduli dengan keberadaan sampah
dari dampak negatif yang ditimbulkan. Banyak sekali kita lihat banyak lokasi
pembuangan sampah bukan pada tempatnya. Jika kita amati penyebabnya adalah
rendahnya kesadaran masyarakat tentang pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang
berguna melalui proses daur ulang. Kita terkunci pada pemahaman sampah harus dibuang
atau dijauhkan dari tempat kita tanpa berfikir akan menjadi masalah baru
ditempat yang lain (pembuangan).
Oleh karena itu perlunya pemahaman siswa mengenai sampah dan dampak yang ditimbulkan. Selain itu kita berusaha memunculkan pemikiran yang positif dari siswa bagaimana menanggulangi masalah sampah dari pemilahan sampah organik dan sampah anorganik serta pemanfaatan sampah menjadi bermanfaat. Jika hal ini sudah terbiasa dilakukan sehingga akan timbul kebiasaan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman dan menjadikan sampah bernilai ekonomis tinggi
B.
Tujuan
- Menumbuhkan rasa cinta dan peduli siswa pada lingkungan
- Menumbuhkan pengetahuan siswa mengenai sampah (dampak dan manfaatnya)
- Mengembangkan kreatifitas siswa dalam memanfaatkan sampah agar dapat bernilai
- Mampu menjadi penggerak dalam melestarikan lingkungan
- Terciptanya kondisi lingkungan yang bersih, sehat dan teratur baik dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah
C.
Tolak Ukur
- Siswa dapat memilah milah sampah dirumah tangga dan mengolah/ mendaur ulang sampah yang dihasilkan
- Siswa dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan sadar dan berkelanjutan
D.
Linimasa tindakan yang dilakukan
Adapun tahap yang dilakukan:
- Siswa mengisi pertanyaan tentang sampah untuk mengetahui pengetahuan awal siswa tentang sampah
- Memberikan materi tentang pengertian, jenis, dampak dan cara pemanfaatan sampah (guru memberikan materi dalam bentuk buku)
- Setelah memperoleh pemahaman siswa merumuskan apa yang mereka lakukan dalam mengatasi sampah dan pengolahannya dilingkungan tempat tinggal mereka
- Siswa mendokumentasikan apa yang mereka lakukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari sampah dan memanfaatkan sampah menjadi barang yang berharga
E.
Hasil Linimasa tindakan yang dilakukan
- Siswa mengisi pertanyaan tentang sampah untuk mengetahui pengetahuan awal siswa tentang sampah melalui aplikasi Quizziz dilink https://quizizz.com/admin/quiz/60d9b603e2b131001b4ac452/pengertian-sampah-dan-jenisnya
- Memberikan materi tentang pengertian, jenis, dampak dan cara pemanfatan sampah (guru memberikan materi dalam bentuk buku) Buku tentang sampah https://drive.google.com/file/d/1ICqjR1nlEYRkIpXx6YU5oeQxcqZ1WEef/view?usp=sharing
- Setelah memperoleh pemahaman siswa melalui pembelajaran siswa membuat sebuah kerajinan dalam mengatasi sampah dan mendokumentasikan apa yang mereka lakukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari sampah dan memanfaatkan sampah menjadi barang yang berharga.
- Beberapa hasil kerajinan siswa dari sampah :
- Video tentang memilah sampah rumah tangga di Bank
Sampah Desa Kromengan
https://www.youtube.com/watch?v=ChvXWBgzxqI
F.
Kendala yang dihadapi selama melaksanakan Aksi
Nyata
Partisipasi siswa hanya 80% dalam proses pembelajaran dikarenakan
jaringan internet yang kurang bagus dan motivasi belajar siswa kurang baik.
Partisipasi siswa dalam membuat tugas 65% dikarenakan kurang kontrol orang tua,
semangat siswa masih rendah dan pengontrolan guru yang tidak maksimal karena
dilakukan hanya melalui HP. Belum dapat mengukur langsung kemampuan siswa
sejauh mana kepedulian siswa terhadap sampah
G.
Saran
Untuk hasil maksimal pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan
membuat sebuah kegiatan outclass dengan mengunjungi bank sampah yang ada di Desa
Kromengan.




0 Comments:
Posting Komentar